Sampah Makanan Bawa Mahasiswa Fakultas Teknik Raih Dua Penghargaan di Thailand Inventors Day 2024

Sampah Makanan Bawa Mahasiswa Fakultas Teknik Raih Dua Penghargaan di Thailand Inventors Day 2024

Selasa, 6 Februari 2024, tiga mahasiswa Fakultas Teknik berhasil mendapatkan Silver Prize dan Special Award dari Romanian Inventors Forum dalam Thailand Inventors Day 2024.

Thailand Inventors Day, atau International Intellectual Property Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) merupakan kompetisi riset dan pameran inovasi berskala internasional yang diselengarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT), sebuah lembaga riset di bawah Kementerian Riset dan Teknologi Thailand. Dalam kompetisi ini, 600 peserta dari 25 negara ikut serta untuk memamerkan hasil inovasinya di depan para ahli, akademisi, praktisi, investor, serta pemerintah selama 4 hari, mulai dari tanggal 2 hingga 6 Februari 2024.

Novi Istiyani, Risala Sujat Swara, dan Miftahul Fajri B dari Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro bersaing dengan para peserta Expo lainnya dengan membawa inovasi tentang penggunaan aplikasi untuk mengontrol produksi biohidrogen dari sampah makanan.

Menurut Risala Sujat Swara, ide ini bermula dari keprihatinan mereka ketika melihat jumlah sampah makanan di Indonesia dan dunia yang semakin membludak. Bagi mereka, masalah sampah ini menjadi isu yang harus segera ditangani karena mulai menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

“Kami melihat banyaknya jumlah sampah makanan di Indonesia maupun di dunia yang dapat menghasilkan gas berbahaya yang memiliki dampak pada perubahan iklim dan pemanasan global,” ujarnya.

Risal menambahkan, dengan aplikasi yang mereka beri nama BIOHIDROGENO ini, nantinya tiap orang bisa mengolah sampah makanannya sendiri menjadi sumber energi terbarukan. Teknologi Enhanced Methane Prediction Algorithm (EMPA) ditambahkan agar keluaran gas biohidrogen bisa diatur sehingga mengurangi potensi meledak.

“Produk inovasi ini dilengkapi dengan aplikasi yang menggunakan algoritma EMPA untuk memudahkan pengguna mengoperasikannya. Pengguna bisa mengontrol keluaran gas biohidrogen dan mencegah potensi meledak,” tambah Risal.

Novi Istiyani, salah satu anggota tim, tidak menyangka inovasi yang dibawa oleh timnya diganjar dua penghargaan sekaligus. Ia mengaku sangat senang bisa berprestasi di kompetisi internasional. “Jujur saya sangat tidak menyangka, apalagi di even tingkat internasional. Ini jadi suatu kebangaan karena sudah berani mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman,” tutur Novi.

Ia berharap, ke depannya lebih banyak mahasiswa yang berani ikut kompetisi dan berani mengeksplorasi hal-hal yang ada di sekitarnya. “Bagi mahasiswa lain, coba dulu. Urusan gagal atau suksesnya nanti di belakang. Semangat selalu teman-teman mahasiswa! Masih banyak hal yang harus kalian gali ke depannya.”

Foto dari Novi Istiyani

 

Jadi Guru Besar Kehormatan di Undip, Kepala Otorita IKN Tawarkan 5D untuk Telaah Strategi Pembangunan Kota yang Layak Huni dan Berkelanjutan

Jadi Guru Besar Kehormatan di Undip, Kepala Otorita IKN Tawarkan 5D untuk Telaah Strategi Pembangunan Kota yang Layak Huni dan Berkelanjutan

Sabtu, 9 Desember 2023, Universitas Diponegoro menanugrahkan gelar Profesor Kehormatan (Honoris Causa) kepada Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Ir. Bambang Susantono, MCP, MCSE, Ph.D. Acara pengukuhan berlangsung di Gedung Prof. Soedarto, S.H, Undip Tembalang.

Pengukuhan Bambang Susantono sebagai Profesor Kehormatan Undip diusulkan oleh Fakultas Teknik. Menurut Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H, M.Hum, pemberian gelar Guru Besar Bidang Keahlian Kota Layak Huni dan Berkelanjutan (Livable and Sustainable City) kepada Bambang Susantono merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi beliau dalam mengembangkan kota layak huni dan berkelanjutan di Indonesia.

Prof Yos menambahkan, sebagai universitas yang mendapatkan titel sebagai The 2nd Most Sustainable University in Indonesia oleh UI GreenMetric World University Rankings, jasa Kepala Otorita IKN dalam bidang keahlian kota layak huni dan berkelanjutan selaras dengan fokus Undip dalam mewujudkan poin kesebelas dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), yaitu Kota dan Komunitas Berkelanjutan. “Yakni menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, berketahanan, dan berkelanjutan,” ujar beliau.

Profesor kehormatan baru Undip, Ir. Bambang Susantono, MCP, MCSE, Ph.D, sedang memaparkan Pendekatan 5D dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Kota Masa Depan di Indonesia dan Asia: Membangun Kota Layak Huni dan Berkelanjutan”

Bambang Susantono, dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Kota Masa Depan di Indonesia dan Asia: Membangun Kota Layak Huni dan Berkelanjutan (Future Cities in Indonesia and Asia: Developing Livable and Sustainable Cities)”, menyerukan tentang pentingnya mewujudkan konsep kota yang berkelanjutan dan layak huni sebagai strategi pengembangan kota yang tepat di Asia. Bagi beliau, perkembangan kota di Asia yang begitu pesat tidak hanya memberikan dampak positif berupa peluang ekonomi dan sosial, namun juga menciptakan ekses negatif seperti peningkatan kesenjangan ekonomi, kurangnya kohesi sosial, degradasi lingkungan, serta meningkatnya risiko bencana. Selain itu, hal ini juga diperparah dengan pandemi COVID-19 yang menimbulkan tantangan baru terkait bentuk perkotaan, kepadatan, dan perlindungan sosial.

Dengan melihat kondisi di atas, Bambang Susantono menawarkan pendekatan 5D sebagai cara untuk menelaah ulang kondisi perkotaan agar bisa menjadi kota yang layak huni dan berkelanjutan. “Saya menawarkan ‘Pendekatan 5D’ yang dapat dipertimbangkan untuk menelaah ulang kondisi perkotaan,” tutur beliau.

Pendekatan 5D yang dimaksud oleh Bambang Susantono terdiri atas lima poin, yaitu Design, Density, Diversity, Digitalization, dan Decarbonization. Lima pendekatan ini, menurut Bambang Susantono, lebih memosisikan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat sebagai pengambil kebijakan utama dalam pembangunan perkotaan, sehingga pembangunan kota bisa lebih layak huni dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak. “Konsep ini menempatkan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat di pusat pembangunan perkotaan dan pengambilan keputusan. Untuk menelaah ulang aspek-aspek livability sebuah kota, maka ‘Pendekatan 5D’ dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk mencapai solusi dalam memperkuat kota yang layak huni,” terang beliau.

Berita disadur dari Universitas Diponegoro

Tambah Pembangkit Listrik Energi Terbarukan, Fakultas Teknik Mendukung Program Kampus Hijau dan Berkelanjutan

Tambah Pembangkit Listrik Energi Terbarukan, Fakultas Teknik Mendukung Program Kampus Hijau dan Berkelanjutan

Jumat, 1 Desember 2023, sebagai bagian dari komitmen Fakultas Teknik untuk mewujudkan kampus hijau dan berkelanjutan, Fakultas Teknik secara resmi menyerahkan dana sebesar 60 juta rupiah untuk pelaksanaan konservasi energi. Acara penyerahan berlangsung di puncak perayaan Dies Natalis ke-65 Fakultas Teknik.

Menurut Wakil Dekan Sumber Daya, Dr. Ir. Abdul Syakur, S.T, M.T, IPU, nantinya dana tersebut akan digunakan untuk menjalankan program-program terkait pembangunan kampus hijau di Fakultas Teknik. “Rencananya kita ingin menjalankan beberapa program untuk mencapai kampus hijau,” kata beliau.

Untuk saat ini, Fakultas Teknik berencana untuk memasang turbin angin di atap Gedung Dekanat Fakultas Teknik untuk memanen angin denagn kecepatan cukup tinggi. Nantinya angin ini digunakan untuk memutar kincir angin. Putaran kincir angin seterusnya dihubungkan ke generator sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Turbin angin ini termasuk dalam pembangkit energi listrik baru dan terbarukan (EBT).

Energi listrik yang diperoleh dari turbin angin ini disimpan di baterai yang sebelumnya sudah mendapatkan suplai listrik dari panel surya yang sudah terpasang sejak awal tahun 2023. Selain kegiatan tersebut, Fakultas Teknik juga akan melakukan kegiatan audit energi terhadap pemanfaatan energi di lingkungan kampus Fakultas Teknik. Audit energi ini penting untuk mengevaluasi seberapa besar penggunaan energi Listrik di Fakultas Teknik selama ini dan tindakan apa yang perlu dilakukan untuk menciptakan penggunaan energi yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. “Program yang akan kita jalankan pertama adalah audit energi, meliputi audit penggunaan energi listrik dan juga audit terhadap instalasi listrik yang telah terpasang selama beberapa tahun. Apakah boros atau efektif penggunaannya, apakah instalasi dan peralatan listrik masih layak atau tidak. Ini harus diaudit” tutur Abdul Syakur.

Program-program kampus hijau di Fakultas Teknik sudah seharusnya diterapkan saat ini, mengingat Universitas Diponegoro sudah meraih predikat sebagai kampus hijau dan berkelanjutan ke-2 terbaik di Indonesia menurut UI GreenMetric 2023. “Sebagai kampus peringkat 2 di UI GreenMetric, upaya-upaya yang sudah kita lakukan harus terus ditingkatkan dalam membangun kampus hijau dan berkelanjutan ini,” tambah Abdul Syakur.

Fakultas Teknik juga terus menambah fasilitas-fasilitas pembangkit listrik mandiri untuk menyokong kebutuhan listrik di seluruh Fakultas Teknik dengan harapan bisa mendapatkan sumber energi yang bersih dan berkelanjutan. “Fakultas Teknik berencana untuk memasang panel-panel surya di beberapa departemen yang feasible dan tentunya juga menambah panel surya yang sudah ada di atap gedung Dekanat Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc. agar diperoleh energi listrik yang lebih banyak lagi dan tentunya bersih dari polusi,” ungkap Abdul Syakur.

Jalan Sehat Ramaikan Puncak Perayaan Dies Natalis ke-65 FT Undip

Jalan Sehat Ramaikan Puncak Perayaan Dies Natalis ke-65 FT Undip

Jumat, 1 Desember 2023, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro menggelar acara Jalan Sehat. Acara yang diikuti oleh seluruh warga Fakultas Teknik Undip tersebut diselenggarakan sebagai puncak dari rangkaian acara Dies Natalis ke-65 Fakultas Teknik Undip yang sudah berlangsung sejak Oktober yang lalu.

Pada perayaan Dies Natalis yang ke-65 ini, Fakultas Teknik mengadakan beragam acara menarik yang bermanfaat baik bagi warga maupun publik Fakultas Teknik Undip. Sejak bulan Oktober hingga awal Desember, Fakultas Teknik Undip sukses menyelenggarakan even seperti Lomba Video tentang Zona Integritas, Pemilihan Tendik Berprestasi, Pemilihan Dosen Muda Berprestasi, Senam Bersama, Seminar Karir bersama BEM FT Undip, Seminar Nasional tentang transisi energi bersama ERIC UGM, Temu Alumni Ben Connect, Peresmian Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc, Engineering Festival bersama BEM FT Undip, bursa kerja Undip Career Days, Kuliah Umum tentang Infrastruktur Hijau, Seminar Kendaraan Listrik bersama Antawirya Undip, dan English Competition for Staff.

Para sivitas akademika tampak antusias dengan adanya Jalan Sehat Dies Natalis ke-65 ini. Antrian panjang sudah terlihat sejak pagi hari. Bahkan sebelum acara dimulai

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M, M.Sc, Ph.D bersyukur karena perayaan Dies Natalis ke-65 kali ini berjalan dengan baik. Bagi beliau, perayaan Dies Natalis ini menandakan sejauh mana perjuangan Fakultas Teknik Undip untuk bisa sampai di titik seperti sekarang. Beliau berharap, ke depannya Fakultas Teknik bisa lebih baik lagi. “Semoga, jika Allah meridainya, Fakultas Teknik bisa semakin jaya dan semakin baik ke depannya,” ucap beliau.

Ketua Dies Natalis ke-65 Fakultas Teknik Undip, Ir. Ari Eko Widyantoro, S.T, M.Si, IPM, berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk diantaranya adalah para sivitas akademika, alumni dan tendik yang saling bahu membahu dalam menyukseskan rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Teknik Undip kali ini. Menurut beliau, berjalannya acara Dies Natalis ini merupakan hasil dari sinergi antara alumni, industri, dan Fakultas Teknik. “Terima kasih kepada pihak industri yang ikut memberikan sponsor, para alumni yang ikut serta mendukung, serta sivitas akademika yang saling bersinergi sehingga acara Dies Natalis ini bisa berjalan dengan baik,” ujar beliau.

Pada Jalan Sehat kali ini, Fakultas Teknik juga menyerahkan peralatan pengolahan sampah dan konservasi energi untuk mendukung energi berkelanjutan

Selain diisi dengan penampilan dan hadiah, pada momen Jalan Sehat kali ini, Fakultas Teknik juga menyerahkan seperangkat alat konservasi energi kepada Departemen Teknik Elektro serta alat pengolahan sampah kepada Engineering Waste Bank Center. Hal ini merupakan bentuk komitmen dari Fakultas Teknik Undip dalam mendukung salah satu poin dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), yaitu energi berkelanjutan.

Naomi Kristin, mahasiswa Fakultas Teknik dan juga peserta Jalan Sehat, mengaku senang dengan adanya Dies Natalis kali ini. Sebagai mahasiswa, ia berharap Fakultas Teknik bisa lebih baik lagi ke depannya. “Semoga Fakultas Teknik jauh lebih baik lagi, agar saya bisa belajar dengan baik di sini dan bisa lulus tepat waktu,” tuturnya.

Reporter: M. Rusmul Khandiq

Fotografer: Daniel Andhika Yudistya, Berry Rizky Dzulhijjah

Antawirya Undip Gelar Antawirya Fest, Kampanyekan Penggunaan Teknologi yang Lebih Ramah Lingkungan

Antawirya Undip Gelar Antawirya Fest, Kampanyekan Penggunaan Teknologi yang Lebih Ramah Lingkungan

Jumat, 24 November 2023, Antawirya Universitas Diponegoro menyelenggarakan acara bertajuk Antawirya Fest 2023. Berlangsung di Engineering Hall, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc., acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis ke-65 Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dan diikuti oleh akademisi baik dari Undip maupun universitas lain, praktisi dari industri, serta masyarakat umum.

Mengusung tema “Electric Vehicle for the Brighter Future”, Antawirya Undip, sebagai tim riset mahasiswa yang berfokus pada pengembangan mobil ramah lingkungan, ingin memopulerkan penggunaan mobil listrik yang lebih ramah lingkungan ke masyarakat Indonesia.

Antawirya Fest sendiri terdiri atas dua acara utama, yaitu acara kompetisi video kreatif Tiktok berskala nasional dan Seminar Nasional. Acara kompetisi video kreatif sendiri diadakan secara daring pada tanggal 21 Oktober hingga 22 November. Sedangkan acara Seminar Nasional diadakan sebagai puncak dari Antawirya Fest pada 24 November. Di acara Seminar Nasional, Antawirya mendatangkan dua pembicara yang kompeten di bidang teknologi kendaraan listrik, yaitu Kevin Gausultan H.M dari Puslitbang PLN dan Erik Ryan dari PT Hyundai Motors Indonesia.

Fajar Tri Rizqi, Ketua Pelaksana Antawirya Fest menuturkan, Antawirya Fest ini bertujuan untuk menyuarakan kepedulian Antawirya Undip terhadap isu lingkungan. Menurutnya, penggunaan mobil elektrik merupakan solusi alternatif yang saat ini bisa dilakukan untuk mengurangi emisi karbon yang semakin besar dampak buruknya bagi lingkungan sekitar. “Kami menyelenggarakan Antawirya Fest ini dilandasi dengan rasa kepedulian kami terhadap isu lingkungan. Pada saat ini, kami mengetahui bahwa emisi karbon semakin bertambah, dan perlu adanya alternatif untuk mengurangi emisi karbon dengan beralih dari mobil dengan pembakaran dalam menuju ke mobil elektrik,” ujarnya.

Dekan Fakultas Teknik, Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M, M.Sc, Ph.D, berfoto bersama para pemenang kompetisi video kreatif Antawirya Fest

Pada acara seminar, selain pemberian materi, Antawirya Undip juga mengumumkan para pemenang kompetisi video kreatif yang mereka adakan sebelumnya. Ada empat pemenang dari kompetisi tersebut, yaitu Ida Bagus Rizky Brahmantya dari Universitas Udayana sebagai Juara 1, Chairani Safitri Madang dan Widya Ulfah dari Universitas Diponegoro sebagai Juara 2, Amaradhika Putri Agustina dari SMAN 1 Karanganyar sebagai Juara 3, dan Shafiana Raham dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai Juara Favorit.

Fajar berharap, dengan hadirnya Antawirya Fest, Antawirya Undip bisa berperan dalam pelestarian lingkungan melalui penyuluhan dan penyadaran akan pentingnya penggunaan mobil elektrik yang lebih ramah lingkungan. “Kami tim Antawirya bertekad untuk membuat seminar nasional, yang bertujuan untuk menyosialisasikan dan juga membantu menyadarkan masyarakat,” tuturnya.

Berita dan Foto dari Antawirya Undip

Kuliah Umum Dies Natalis ke-65 Fakultas Teknik Undip: Kampus Bisa Jadi Titik Tumpu Pengembangan Infrastruktur Hijau dan Konservasi Energi

Kuliah Umum Dies Natalis ke-65 Fakultas Teknik Undip: Kampus Bisa Jadi Titik Tumpu Pengembangan Infrastruktur Hijau dan Konservasi Energi

Kamis, 23 November 2023, Fakultas Teknik menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Pengembangan Infrastruktur Hijau untuk Mendukung Konservasi Energi Berkelanjutan menuju Indonesia Emas Tahun 2045”. Acara kuliah umum ini berlangsung di Engineering Hall, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc, Lantai 5.

Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M, M.Sc, Ph.D mengungkapkan, Kuliah Umum ini merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis ke-65 Fakultas Teknik Undip yang diadakan sebagai wadah bagi para alumni Fakultas Teknik untuk saling berbagi ilmu kepada para mahasiswa dan praktisi yang hadir. “Ada bapak Hadjar Seti Adji, beliau alumni dari Departemen Teknik Sipil, ada Bapak Sujarwanto, beliau salah satu penasihat akademik bagi Departemen Teknik Geologi. Di sini juga hadir para tamu dari pemerintah dan organisasi profesi. Semuanya bisa hadir untuk memberikan kuliah umum ini,” ucap beliau.

Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M, M.Sc, Ph.D, sedang memberikan sambutan pembuka pada Kuliah Umum Dies Natalis ke-65 Fakultas Teknik Undip

Dalam kuliah umum ini, beberapa pembicara hadir untuk memberikan beragam materi terkait pembangunan infrastruktur hijau dan konservasi energi. Bagi Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T, M.Sc, IPU dari Undip, isu pembangunan infrastruktur hijau ini menjadi hal yang penting untuk dibahas karena dapat mendukung perwujudan visi Indonesia Emas 2045 yang bebas emisi karbon dan lebih ramah lingkungan. Dalam penjelasan materi beliau terkait pemanfaatan alga untuk pembangunan infrastruktur, Prof. Hadiyanto menjelaskan bagaimana untuk saat ini industri harus mulai memanfaatkan potensi yang ada, seperti alga, untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan pembangunan yang lebih hijau.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dr. A.P Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si. menambahkan, optimalisasi penggunaan sumber daya energi yang berkelanjutan juga menjadi hal yang penting untuk dibahas. Menurut beliau, pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) menjadi hal yang niscaya untuk dilakukan karena berkaitan dengan konservasi energi berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan global untuk mengurangi emisi karbon. Di Indonesia sendiri, menurut beliau, EBT memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan. Namun sayangnya, secara ekonomi pemanfaatan EBT ini masih belum maksimal karena tingginya biaya produksi. “Kita sudah punya sumber energi lainnya. Sumber energi itulah yang seharusnya dioptimalkan,” ujar beliau.

Dekan Fakultas Teknik bersama Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan dan Ketua Dies Natalis ke-65 Fakultas Teknik Undip berfoto bersama para pembicara

Ir. Diana Kusumastuti, M.T, pembicara utama dari Kementerian PUPR, juga mengakui betapa sulit bagi Indonesia untuk bisa mencapai target bebas emisi sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045. Bagi beliau, kebutuhan untuk membangun infrastruktur secara masif masih sangat dibutuhkan untuk pemerataan pembangunan di Indonesia. Masalahnya, hal ini menjadi tantangan karena pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan belum bisa dilangsungkan secara masif karena masalah biaya. “Kebutuhan air, rumah, sampah, dan sebagainya akan bertambah ke depannya. Belum lagi terjadi kesenjangan di daerah barat, tengah, dan timur yang masih membutuhkan pembangunan masif,” kata beliau.

Bagi Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Kelistrikan, Dr. Sripeni Inten Cahyani, S.T, M.M, kampus- kampus di Indonesia, seperti Fakultas Teknik Undip, seharusnya bisa menjadi titik tumpu bagi penemuan-penemuan penting yang dapat memecahkan permasalahan ini. Kampus sebagai pusat inovasi harusnya bisa mengembangkan pemanfaatan EBT dan pembangunan infrastruktur hijau yang lebih efektif, efisien, serta lebih terjangkau biayanya. “Kampus selalu jadi tumpuan dalam menghasilkan penemuan-penemuan penting,” ungkap beliau.

Ir. Hadjar Seti Adji, M.Eng.Sc, Direktur Human Capital dari PT Wijaya Karya menuturkan, tren industri saat ini lebih banyak berfokus pada isu pembangunan infrastruktur yang sadar lingkungan, sadar sosial, dan berkelanjutan. Beliau menyarankan kepada para praktisi industri dan institusi pendidikan untuk mulai mengembangkan kurikulum berwawasan hijau dan berkelanjutan, serta mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan, seperti dengan memanfaatkan energi baru terbarukan. “Perusahaan di luar sana saat ini memerhatikan isu Environmental, Social, and Governance (ESG) ini. Kita harus mulai berorientasi ke sana,” pungkas beliau.