Pilih Laman
Fakultas Teknik Undip Gelar Halalbihalal 1445 Hijriah dengan Tema “Menjalin Silaturahmi, Meningkatkan Kinerja, dan Melayani Sepenuh Hati”

Fakultas Teknik Undip Gelar Halalbihalal 1445 Hijriah dengan Tema “Menjalin Silaturahmi, Meningkatkan Kinerja, dan Melayani Sepenuh Hati”

Rabu, 17 April 2024, Fakultas Teknik Undip kembali mengadakan Halalbihalal pada momen Idul Fitri 1445 Hijriah. Dalam acara yang digelar di Engineering Hall, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc Lantai 5 ini, para warga dan sivitas akademika Fakultas Teknik saling bersilaturahmi dan bermaafan setelah menikmati libur Idul Fitri.

Sebelumnya, acara ini harus tertunda karena pandemi COVID-19. Setelah beberapa tahun hanya digelar di unit masing-masing, akhirnya pada tahun ini Fakultas Teknik Undip bisa menggelar halalbihalal bagi seluruh warga Fakultas Teknik. Halalbihalal ini juga menjadi yang pertama bagi Dekan Fakultas Teknik Undip terpilih, Prof. Dr. Jamari, S.T, M.T, yang baru menjabat pada Februari yang lalu.

Acara dibuka dengan penampilan Hadroh dari UKM Seni Musik Islami ReaDy Undip dan pembacaan ayat-ayat Suci Al-Qur’an oleh Muhammad Haiti dari Departemen Teknik Elektro. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Dr. Jamari, S.T, M.T

Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Dr. Jamari, S.T, M.T, sedang memberikan sambutan pembuka pada Halalbihalal 1445 Hijriah ini

Dalam sambutannya, Prof. Jamari mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga dan sivitas akademika Fakultas Teknik Undip yang bersedia hadir dalam acara halalbihalal kali ini. Menurut beliau, acara ini penting untuk diadakan karena menjadi media yang dapat mempertemukan seluruh pihak yang ada di lingkungan Fakultas Teknik Undip. “Acara pada hari ini menjadi media silaturahmi diantara kita semua. Kapan lagi bisa bertemu secara langsung?” ujar Prof. Jamari.

Dalam Halalbihalal 1445 Hijriah ini, Fakultas Teknik juga membagikan tali asih kepada para pensiunan tenaga kependidikan dan dosen yang sudah berjasa dalam membangun Fakultas Teknik Undip

Acara kemudian disambung dengan tausiyah dari Dr. Fakhruddin Aziz, Lc, MA dengan tema “Menjalin Silaturahmi, Meningkatkan Kinerja, dan Melayani Sepenuh Hati”. Dalam ceramahnya, Fakhruddin menyampaikan hakikat dari adanya halalbihalal sebagai budaya khas Indonesia dalam memeriahkan Idul Fitri serta pentingnya untuk saling bersilaturahmi dan menjaga komunikasi agar kinerja semakin meningkat.

Halalbihalal 1445 Hijriah ini ditutup dengan pemberian tali asih kepada para pensiunan tenaga kependidikan dan dosen. Tali asih ini bertujuan sebagai ucapan terima kasih atas jasa-jasa yang sudah mereka berikan dalam membangun Fakultas Teknik Undip hingga bisa berjaya seperti sekarang.

14 Mahasiswa Fakultas Teknik Undip Lolos Seleksi Beasiswa IISMA 2024

14 Mahasiswa Fakultas Teknik Undip Lolos Seleksi Beasiswa IISMA 2024

Jumat, 22 Maret 2024, 14 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro berhasil lolos sebagai penerima beasiswa program Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik Undip, Prof. Dr.nat.tech. Siswo Sumardiono, S.T, M.T. mengungkapkan, pada tahun ini terjadi kenaikan jumlah mahasiswa yang lolos dari Fakultas Teknik. Bagi beliau, capaian ini merupakan hasil yang perlu diapresiasi.

“Ini merupakan kenaikan yang signifikan (bagi kami). Dari pertama kali IISMA diluncurkan pada 2021, Fakultas Teknik meloloskan 7 orang. Di tahun 2022 ada 11 orang. Di tahun 2023 kita kemarin meloloskan 13 orang. Dan di tahun 2024 ini kita meloloskan 14 orang,” ungkap beliau.

Beliau berharap, ke depannya lebih banyak departemen yang mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti program IISMA. “Semoga ke depannya para mahasiswa dari Departemen-departemen yang belum mengirimkan atau belum pernah lolos bisa lebih semangat untuk bisa bergabung di program IISMA di tahun 2025,” ucap Prof. Siswo.

M. Farrel Asyraf Abrar, salah satu penerima beasiswa IISMA 2024 dari Teknik Komputer, mengaku kaget ketika dinyatakan lolos pada Jumat lalu. Ia merasa sangat senang karena bisa bergabung dengan program MBKM ini. “Saya awalnya tidak percaya, tetapi takdir menyatakan demikian saya lolos. Akhirnya rasa tidak percaya menjadi rasa kebahagiaan yang luar biasa,” katanya.

Slyses Merryl Emanuelle, penerima beasiswa dari PWK, juga menyampaikan hal serupa. Ia bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa mengikuti program ini. “Karena persiapanku cukup singkat, aku tidak mengharapkan apa-apa, tapi aku tetap ingin mencobanya. Karena aku tahu dengan berusaha, aku mendapatkan dua kemungkinan jawaban, yaitu ‘Ya, aku dapat’, dan ‘Aku gagal’,” tuturnya.

Ia berharap, ia bisa mendapatkan banyak masukan dan pengalaman yang dapat membantunya untuk melangkah lebih jauh ke depannya. “Aku berharap melalui program ini ada masukan 2 arah. Ada yang aku dapat dan ada yang aku kontribusikan juga. Seperti yang aku katakan ketika interview, bahwa aku percaya IISMA adalah ‘a stepping stone to a new beginning’ buatku,” ujar Slyses.

 

Prof. Wiwandari : Perlu Adanya Solusi yang Lebih Transformatif, Integratif, dan Komprehensif untuk Tangani Banjir Semarang

Prof. Wiwandari : Perlu Adanya Solusi yang Lebih Transformatif, Integratif, dan Komprehensif untuk Tangani Banjir Semarang

Hujan yang mengguyur Kota Semarang secara terus menerus sejak Sabtu yang lalu menyebabkan genangan air dan melumpuhkan aktivitas di beberapa titik di Kota Semarang. Namun, banjir ini tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi saja. Ada beragam faktor yang membuat Kota Semarang memiliki potensi tinggi untuk mengalami banjir.

Menurut Guru Besar Departemen PWK Undip, Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, S.T, M.T, MPS, kondisi geografis dan fenomena iklim memperbesar kerentanan banjir di Semarang. Dalam wawancara beliau dengan CNN Indonesia pada Jumat, 15 Maret 2024, topografi Semarang yang berada di kawasan tinggi ke rendah, naiknya muka laut, serta terjadinya penurunan tanah akibat penggunaan air tanah yang berlebihan, memperbesar kemungkinan untuk terjadinya banjir di Kota Semarang ketika terjadi cuaca ekstrem seperti sekarang.

“Secara geografis, topografinya (Semarang) itu dari tinggi ke rendah, kemudian ditambah adanya fenomena iklim berupa kenaikan muka laut, dan juga terjadinya land subsidence (penurunan tanah), dan tentunya disebabkan oleh cuaca ekstrem,” ungkap beliau.

Prof Wiwandari menambahkan, meskipun letak Kota Semarang berada di daerah pesisir, banjir yang terjadi di Kota Semarang tidak semuanya berupa banjir rob. Perubahan tata guna lahan di daerah hulu akibat pembangunan yang berlebihan menyebabkan berkurangnya wilayah resapan air, sehingga menimbulkan limpasan deras dan banjir di kawasan hilir.

“Memang jenis banjir di Kota Semarang itu karena faktor yang berbeda-beda. Karena faktor geografis, topografinya yang bervariasi. Ketika ada perubahan tata guna lahan di daerah hulu dari lahan non terbangun menjadi terbangun, akhirnya resapan air berkurang sehingga limpasan semakin deras menuju ke pesisir.”

Terkait penurunan tanah di Semarang, beliau menjelaskan bahwa fenomenanya sudah terlihat jelas sejak akhir tahun 1990-an. Tanah aluvial muda yang terbentuk dari sedimentasi di pesisir Semarang sejak awal memang kurang kuat untuk menampung aktivitas perkotaan. Hal ini diperparah juga dengan banyaknya industri yang menggunakan air tanah secara berlebihan. Menurut beliau, aktivitas industri perlu diawasi lebih ketat ke depannya.

“Kalau menurut saya, melihat dari sisi masyarakat, memang di beberapa bagian pesisir, seperti pesisir bagian timur seperti Kaligawe dan Pedurungan itu memang daerah padat penduduk. Tetapi yang menggunakan air tanah yang banyak itu sebenarnya industri. Jadi mungkin apabila kita ingin mengantisipasi penurunan air tanah yang disebabkan oleh penggunaan air tanah ini yang paling efektif adalah jika kita memonitor penggunaan air tanah oleh industri yang berlokasi di sepanjang pesisir.”

Selain banjir, Kota Semarang juga perlu memperhatikan potensi longsor di kawasan perbukitan. Fenomena tanah longsor di Ngaliyan bagi Prof. Wiwandari bukan hanya disebabkan oleh banjir, tapi juga adanya pergerakan tanah yang diakibatkan oleh aktivitas lempeng tektonik di wilayah perbukitan Semarang.

“Kalau di daerah-daerah perbukitan memang ada pergerakan tanah karena memang beberapa daerah di wilayah itu sebenarnya rentan terhadap gerakan tanah dan rawan longsor. Jadi, selain banjir, ada juga risiko bencana lainnya,” ucap beliau.

Prof. Wiwandari menyarankan, perlu adanya pengendalian pemanfaatan ruang yang lebih transformatif, integratif, dan komprehensif di Kota Semarang. Selama ini, solusi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang masih banyak berkutat di hilir. Bagi beliau, perlu adanya kolaborasi integratif dari hulu ke hilir antara Pemerintah Kota Semarang dengan institusi-institusi pemerintah lainnya yang juga terlibat dalam penanganan banjir di Semarang, seperti BBWS Pemali-Juana.

“Kalau bicara terkait upaya pemerintah, pentingnya pemahaman bahwa ketika kita berbicara tentang banjir itu dari hulu ke hilir. Kebanyakan kota (penanganannya) di hilir. Padahal penanganan banjir harusnya integratif dari hulu ke hilir. Jadi, kerja sama pemerintah secara horisontal perlu diperhatikan.”

Selain itu, Prof. Wiwandari juga menyarankan perlunya pembangunan pusat-pusat ekonomi baru secara bertahap. Hal ini ditujukan untuk mengurangi beban kota-kota pesisir yang sudah kelebihan muatan.

“Jadi saya kira, kalau ada pembagian peran dan beban, serta secara paralel juga ada intervensi yang integratif, maka kita perlu optimis bahwa masalah ini (banjir) bisa terlalui. Karena sekarang ini juga Semarang bisa banjir parah karena ada faktor cuaca ekstrem. Artinya, sudah ada upaya dalam kondisi normal untuk mengurangi kejadian banjir,” tukas beliau.

 

Otorita Ibu Kota Nusantara Resmi Teken Kerja Sama dengan Universitas Diponegoro, Siap Bangun Peradaban Baru Indonesia

Otorita Ibu Kota Nusantara Resmi Teken Kerja Sama dengan Universitas Diponegoro, Siap Bangun Peradaban Baru Indonesia

Jumat, 8 Maret 2024, Otorita Ibu Kota Nusantara resmi menandatangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Diponegoro. Acara penandatanganan tersebut berlangsung di R. Sidang Senat, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc, Lantai 3.

Universitas Diponegoro terpilih sebagai universitas dalam negeri keenam yang menandatangani Nota Kesepahaman dengan Otorita Ibu Kota Nusantara. Dalam Nota tersebut, ada beberapa poin yang dibahas, termasuk komitmen untuk kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H, M.Hum, penandatanganan nota ini merupakan bentuk dari upaya Undip untuk mendukung peningkatan harkat dan martabat manusia. “Saya menyambut baik sekali penandatanganan ini, karena tujuan utamanya adalah meningkatkan harkat dan martabat manusia,” ucap Prof. Yos.

Kepala Otorita IKN, Prof (HC Undip) Ir. Bambang Susantono, MCP, MCSE, Ph.D (kiri) berpose bersama Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H, M.Hum (kanan)

Beliau juga menambahkan, Undip siap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan melalui pembangunan Ibu Kota Nusantara. “Inilah bagian dari jiwa korsa Undip untuk selalu menjadi think tank (wadah pemikir) dari negara ini, siapapun yang memimpin. Kita punya komitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kemajuan bangsa Indonesia,” tutur Prof Yos.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Prof. (HC) Ir. Bambang Susantono, MCP, MSCE, Ph.D mengungkapkan, penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi bukti bahwa Undip ikut serta dalam membangun masa depan Indonesia.

“Dengan ditandatanganinya MoU ini, sebetulnya Undip akan langsung berada pada track terkait bagaimana kita akan mengukir sejarah baru, peradaban baru. Tidak hanya membangun Ibu Kota Nusantara, tapi juga transformasi Indonesia di masa depan,” kata Prof. Bambang.

Prof. Bambang berharap, ke depannya Otorita Ibu Kota Nusantara dan Undip bisa saling berkolaborasi dan berinovasi. “Melalui inovasi dan kolaborasi, kami harapkan Otorita Ibu Kota Nusantara dan Undip dapat menciptakan lingkungan akademik yang inspiratif dan memajukan penelitian yang bermanfaat bagi perkembangan wilayah dan bangsa.”

Berita disadur dari IKN

 

Fakultas Teknik Undip Gelar Undip Career Days Keempat, Dorong Keterserapan Tenaga Kerja di Kota Semarang

Fakultas Teknik Undip Gelar Undip Career Days Keempat, Dorong Keterserapan Tenaga Kerja di Kota Semarang

Rabu, 6 Maret 2024, Fakultas Teknik melalui Engineering Career Center, bekerja sama dengan Level 7 Indonesia, menyelenggarakan kembali Undip Career Days untuk yang keempat kalinya. Acara bursa kerja ini digelar pada 6-7 Maret 2024 di Gedung Prof. Soedarto, SH, Undip Tembalang.

Undip Career Days adalah acara bursa kerja yang rutin diadakan oleh Engineering Career Center, salah satu unit di bawah Fakultas Teknik Undip yang khusus membidangi masalah karir dan alumni. Pertama kali diadakan pada tahun 2023, Undip Career Days ditujukan sebagai wadah untuk pengenalan dan persiapan karir bagi alumni, terutama dari Fakultas Teknik Undip.

Salah satu pengunjung sedang memperhatikan lowongan kerja yang tersedia. Undip Career Days digelar untuk mempersiapkan karir bagi alumni, terutama dari Fakultas Teknik Undip

Undip Career Days itu sebelumnya sudah kita laksanakan selama tiga kali dalam satu tahun, terutama saat ada wisuda. Yang hadir di dalam Undip Career Days ini tentunya para pencari kerja, baik lulusan dari Fakultas Teknik itu sendiri, lulusan dari Undip, maupun lulusan dari Perguruan Tinggi lainnya,” ujar Dr. Abdul Syakur, Wakil Dekan Sumberdaya Fakultas Teknik Undip.

Pada tahun ini, tercatat ada 37 perusahaan baik nasional maupun internasional yang ikut serta dalam helatan keempat Undip Career Days ini. Tidak hanya perusahaan yang terkait dengan bidang teknik saja, namun juga ada perusahaan perbankan, investasi, dan perusahaan lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Dr. Sutrisno, S.KM, M.H.Kes (kanan) membuka acara Undip Career Days bersama Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Dr. Jamari, S.T, M.T (ketiga dari kiri), Wakil Dekan Fakultas Teknik Undip, Dr. Ir. Abdul Syakur, S.T, M.T, IPU (kedua dari kiri), dan Manajer Tata Usaha Fakultas Teknik Undip, Ir. Ari Eko Widyantoro, S.T, M.Sc, IPM (kiri)

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Dr. Sutrisno, S.KM, M.H.Kes, mengapresiasi adanya Undip Career Days ini. Bagi beliau, acara ini dapat membantu masyarakat Kota Semarang untuk bisa mendapatkan pekerjaan dengan lebih cepat. “Di kota Semarang, tenaga kerjanya lebih banyak daripada di luar negeri, jadi keterserapan tenaga kerjanya juga harus lebih besar. Semoga acara ini bisa membantu di situ,” kata beliau.

Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Dr. Jamari, S.T, M.T berharap, acara ini bisa diselenggarakan lagi sebagai bentuk pengenalan bagi lulusan baru ke dunia kerja. “Acara ini perlu dilakukan sebagai upaya promosi, mengingat di Indonesia dan di luar negeri berbeda kondisinya. Kalau di luar negeri siswa sudah diarahkan mau ke mana setelah lulus, sedangkan di sini belum,” ucap Prof. Jamari dalam sambutannya.

 

190 Siswa SMAN 1 Tambun Utara Kunjungi Fakultas Teknik Undip

190 Siswa SMAN 1 Tambun Utara Kunjungi Fakultas Teknik Undip

Rabu, 4 Maret 2024, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro mendapatkan kunjungan dari 190 siswa SMAN 1 Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Acara kunjungan ini berlangsung di Engineering Hall, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc Lantai 5.

Kepala SMAN 1 Tambun Utara, Yusuf, S.Pd.Fis mengungkapkan, alasan utama yang melatarbelakangi kunjungan ini adalah karena banyak sekali alumni SMAN 1 Tambun Utara yang melanjutkan studi di Universitas Diponegoro. “Tujuan kami datang ke kampus ini tiada lain adalah karena tuntutan dari anak-anak kami. Mereka ingin meihat lebih dekat Universitas Diponegoro, karena ada kakak-kakak kelasnya yang kuliah di sini,” kata beliau.

Ketua Departemen Teknik Elektro Undip, Ir. Aghus Sofwan, S.T., M.T., Ph.D., IPU, dalam sambutannya sebagai perwakilan dari Fakultas Teknik Undip, menyambut baik kedatangan dari siswa-siswi SMAN 1 Tambun Utara ke Fakultas Teknik Undip. Beliau berharap, setelah kunjungan ini, para siswa bisa menentukan program studi yang diinginkannya dengan baik.

“Saya merasa bangga ketika adik-adik ini datang ke kami, dan semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat bagi adik-adik semua. Semoga nanti bisa memilih program studi yang sesuai dengan minat masing-masing,” ucap Aghus.

Ir. M. Arfan, S.T, M.Eng, Dosen Teknik Elektro Undip, sedang berinteraksi dengan salah satu siswa dari SMAN 1 Tambun Utara

Dalam acara kunjungan kali ini, Ir. M. Arfan, S.Kom, M.Eng, dosen Teknik Elektro Undip, berkesempatan untuk memberikan materi di hadapan para siswa. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan mengenai Undip dan jalur apa saja yang bisa digunakan oleh siswa untuk bisa menjadi mahasiswa Undip.

Yusuf berharap, setelah kunjungan ini, nantinya siswa SMAN 1 Tambun Utara bisa melanjutkan belajar di Undip. “Mudah-mudahan dari sekian banyak anak-anak kami, mudah-mudahan besok menjadi mahasiswa di sini,” harap Yusuf.

Reporter: Sri Mayangsari

Editor: M. Rusmul Khandiq