Tim Mahasiswa PWK Undip Raih Juara 1 Lomba Masterplan Tingkat Nasional

Tim Mahasiswa PWK Undip Raih Juara 1 Lomba Masterplan Tingkat Nasional

Tim mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Undip yang terdiri dari Dede Suhendar, Akbar Ramadhani Destu, dan Dihya Alfadhil Umar Al Haddad, berhasil mengharumkan nama universitas dengan meraih juara 1 Lomba Masterplan dalam kontes Urban Planning Competition (UPCO) tahun 2024.

Urban Planning Competition (UPCO) merupakan kontes perencanaan masterplan desa wisata yang diselenggarakan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota di Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Pada tahun ini, tema yang diujikan adalah “Masterplan Desa Wisata Tangguh Timbulsloko”. Acara final berlangsung secara luring pada 28 Juni 2024.

Ketiga mahasiswa PWK tersebut tergabung dalam 1 tim di bawah bimbingan dosen DPWK Ibu Novia Sari Ristianti, S.T., M.T. Dalam kompetisi ini, mereka mampu menyisihkan 23 tim lain hingga masuk ke 5 besar dan meraih gelar juara 1.

“Motivasi saya untuk bergabung dalam kompetisi ini didorong oleh motto hidup ‘Muda Berkelana, Tua Bercerita’ dan semangat dari dosen pembimbing saya untuk mencoba sesuatu yang baru.” ujar Dede selaku perwakilan Tim.

Berangkat dari isu pemberdayaan komunitas pesisir kampung bakau, Dede dan tim meneliti aktivitas masyarakat dan karakteristik lingkungan di sekitar desa Timbulsloko dan Bogorame. Dari hasil penelitian inilah Tim PWK Undip mengembangkan satu konsep desain tata ruang multi-guna yang kemudian mereka beri nama “TIRAM SENANG (Timbulsloko-Bogorame Sustainable Eco-Creative Neighborhood and Mangroves)”.

Kami melakukan survey langsung ke lokasi yang akan dirancang dan diskusi dengan beberapa teman teman arsitek. Setelah melakukan analisis, zoning, dan merumuskan konsep kawasan perancangan, kami memulai pembuatan desain dengan prinsip pembangunan desa wisata. Dalam waktu kurang lebih 2 minggu, kami bekerja sama intensif,” jelas Dede.

Prestasi yang diraih oleh tim PWK Undip tidak hanya menunjukkan kerja keras dan dedikasi seluruh tim, tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Undip mampu bersaing di tingkat nasional dan menciptakan inovasi dan solusi yang relevan bagi masyarakat. 

“Setelah memenangkan kompetisi ini, target kami adalah semoga saya, Adhan, dan Umar bisa lulus tepat waktu dan memberikan motivasi bagi adik-adik tingkat yang akan berkompetisi. Kami yakin bahwa tidak ada kata terlambat untuk meraih prestasi.” tutur Dede.

Reporter : Indah Zulayka

Editor : M. Rusmul Khandiq

 

Mawapres Fakultas Teknik 2025 Siap Lanjutkan Tradisi Juara

Mawapres Fakultas Teknik 2025 Siap Lanjutkan Tradisi Juara

Kamis, 27 Juni 2024, Fakultas Teknik Undip kembali menggelar penjurian paralel Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tahun 2025. Acara penjurian berlangsung di Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc, Lantai 4.

Pada Pilmapres kali ini, ada 14 mahasiswa yang berhasil lolos tahap seleksi administrasi dan mengikuti tahap penjurian. Para calon mahasiswa berprestasi yang sudah lolos kemudian akan mengikuti tiga sesi penjurian, yaitu uji Gagasan Kreatif, uji Capaian Unggulan, dan uji kemampuan berbahasa Inggris.

Nobel Al Maududy, salah satu peserta dari Departemen Teknik Elektro mengungkapkan, Pilmapres menjadi ajang baginya untuk bertemu dengan mahasiswa berprestasi lainnya dari departemen lain serta belajar bagaimana cara meningkatkan nilai diri melalui kompetisi.

“Di satu sisi, di Pilmapres saya bisa bertemu dengan orang-orang hebat dari departemen lain serta bisa saling bersilaturahmi juga. Namun selain itu, ini bisa menjadi batu loncatan dan ajang yang menantang untuk diikuti karena tidak semua mahasiswa turut berpartisipasi dan mau untuk meningkatakan value,” ujar Nobel.

Tahap penjurian paralel berlangsung dalam tiga sesi, yaitu sesi uji Capaian Unggulan, uji Gagasan Kreatif, dan uji kemampuan bahasa Inggris

Calon mahasiswa berprestasi diharuskan untuk membawa satu Gagasan Kreatif. Gagasan ini bisa dalam bentuk inovasi benda, program, maupun ide

Selain harus menunjukkan kemampuan analisis dan penelitian melalui Gagasan Kreatif serta prestasi melalui Capaian Unggulan, para calon mahasiswa berprestasi juga harus mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Inggris

Nobel menuturkan, persiapan dalam mengikuti Pilmapres pada tahun ini cukup banyak. Ia sendiri sudah menyiapkan berbagai strategi agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. “Strategi yang pertama, dipelajari betul-betul tentang pedoman. Karena penting sekali untuk memelajari kategori-kategori untuk Capaian Unggulan. Lalu untuk kemampuan bahasa Inggris, saya sendiri belajar dari mendengarkan siniar bahasa Inggris, belajar melalui aplikasi, serta latihan tanya jawab. Kalau untuk Gagasan Kreatif, saya sudah siapkan presentasinya dengan baik.”

Dari hasil penjurian, para dewan juri yang terdiri dari Susatyo Nugroho Widyo Pramono, ST., MM; Dr. Ir. Budi Prasetyo Samadikun, S.T., M.Si., IPM., ASEAN Eng; Muhammad Mujiya Ulkhaq, S.T., M.Sc., Ph.D.; dan Chaterine Alvina Prima Hapsari, ST, MBA dari Departemen Teknik Industri; Dr. Tuswan, ST dari Departemen Teknik Perkapalan; dan Dr. Yasser Wahyuddin, ST., MT., M.Sc. dari Departemen Teknik Geodesi,  sepakat untuk memilih tiga nama sebagai Juara 1, 2, dan 3 Pilmapres Fakultas Teknik Undip 2025. Ketiga juara ini nantinya akan dikirim sebagai perwakilan dari Fakultas Teknik Undip dalam helatan Pilmapres tingkat Universitas Diponegoro Tahun 2025.

Ketiga juara tersebut antara lain sebagai berikut:

Juara 1: Evan Cahya Putra, Mahasiswa Departemen Teknik Mesin, dengan nilai 66,53
Juara 2: Felicia Hestiawan, Mahasiswa Departemen Teknik Kimia, dengan nilai 54,34
Juara 3: Jason Harman Kartawidjaja, Mahasiswa Departemen Teknik Kimia, dengan nilai 49,26

Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Jamari, S.T, M.T berpesan, para mahasiswa bisa terus berjuang dan menyiapkan diri sebaik mungkin selama Pilmapres Tahun 2025 ini. “Kalian harus selalu berjuang. Do your best! Dan jangan lupa, tidak ada sesuatu yang instan. Kalaupun ada, itu tidak lama. Persiapkan semaksimal mungkin. Masalah hasil, hasil itu tidak pernah berkhianat dengan usaha,” pesan Prof. Jamari.

 

 

Mahasiswa PWK Undip Raih Juara 1 di FESTAGAMA 2024, Bawa Inovasi untuk Ruang Publik yang Inklusif

Mahasiswa PWK Undip Raih Juara 1 di FESTAGAMA 2024, Bawa Inovasi untuk Ruang Publik yang Inklusif

Mahasiswa Fakultas Teknik Undip kembali meraih prestasi. Kali ini, mahasiswa dari Departemen PWK Undip berhasil mendapatkan Juara 1 nasional untuk kategori Karya Tulis Ilmiah dalam kompetisi bertajuk FESTAGAMA 12.0 Tahun 2024.

FESTAGAMA, atau Festival Kota Gadjah Mada, merupakan kompetisi Nasional yang diselenggarakan oleh Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gadjah Mada. Dalam kompetisi yang diselenggarakan pada 8 Juni 2024 secara daring ini, tema yang diangkat adalah “Lini masa Kota Kita: Tantangan dan Inovasi Menuju Masa Depan Berkelanjutan”

Dalam kompetisi ini, tim yang diisi oleh Ummu Kaltsum Taherdito, Dede Suhendar, dan Daru Gurit Utama dari Departemen PWK Undip membawakan Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Paradigma Konsep ABC (Ability, Barrier-Free, Community) Menuju Ruang Publik Perkotaan yang Inklusif Sebagai penunjang Smart City di Kota Semarang”.

“Menurut tim kami sendiri, kenapa karya kami bisa menang mungkin karena ini murni hasil kreativitas kami dan merupakan konsep yang cukup fresh untuk dijadikan solusi pada permasalahan inklusivitas yang masih kurang di Kota Semarang,” ujar Ummu Kaltsum Taherdito, salah satu anggota tim.

Ia juga menambahkan, konsep ABC yang mereka bawa merupakan konsep baru yang memadukan tiga fokus, yaitu peningkatan kemampuan masyarakat untuk mengakses ruang publik, desain ruang publik yang bebas diakses oleh semua kalangan, dan pelibatan masyarakat dan komunitas dalam menyediakan ruang publik yang inklusif. Konsep ini menurutnya sesuai dengan subtema dari FESTAGAMA 12.0, yaitu “Membangun Kota yang Inklusif dan Tangguh di Era Digital”.

“Dari penilaian dewan juri, karya tulis ilmiah kami memang memiliki skor paling unggul dibanding peserta lain karena ide dan gagasan yang kreatif, orisinal, serta sesuai dengan subtema ‘Membangun Kota yang Inklusif dan Tangguh di Era Digital’,” terang Ummu.

Terkait dengan keberhasilan timnya dalam memenangkan Juara 1, Ummu berpesan kepada para mahasiswa untuk berani mengambil kesempatan yang ada. “Buat seluruh mahasiswa, selalu coba kesempatan apapun, karena motto tim kami adalah ‘kalau ga dicoba, ya ga akan tahu’,” tutup Ummu.

 

Rancang Desain Robot Kompleks dan Elegan, Tim Bandhayudha FT Undip Berhasil Raih Juara 3 dan Penghargaan Desain Terbaik di Seleksi Wilayah II KRAI 2024

Rancang Desain Robot Kompleks dan Elegan, Tim Bandhayudha FT Undip Berhasil Raih Juara 3 dan Penghargaan Desain Terbaik di Seleksi Wilayah II KRAI 2024

Tim Bandhayudha Fakultas Teknik Universitas Diponegoro berhasil mencetak prestasi kembali dengan memenangkan juara 3 dan penghargaan desain robot terbaik untuk Wilayah II dalam ajang Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2024.

Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) merupakan salah satu divisi lomba dari Kontes Robot Indonesia (KRI) yang diselenggarakan oleh Balai Pengambangan Talenta Indonesia (BPTI – Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Di tahun ini, seleksi KRI untuk Wilayah II diadakan pada tanggal 27 Mei – 1 Juni 2024 secara daring.

Pada awalnya Tim Bandhayudha merupakan salah satu tim lokakaryaworkshop robotika di bawah naungan Fakultas Teknik, yang aktif ikut serta dalam perlombaan robot. Sejak tahun 2016, dibentuk organisasi UNDIP Robotic Development Center (URDC) untuk menaungi tim-tim robotik yang sudah ada di Universitas Diponegoro, dimana Tim Bandhayudha menjadi salah satunya hingga sekarang. Saat ini tercatat ada 26 anggota di Tim Bandhayudha yang terbagi dalam empat divisi yaitu mekanik, elektrik, program dan official dengan dosen pembimbing Dr. Eng. Munadi, ST., MT dari Teknik Mesin.

Proses persiapan yang dilakukan oleh Tim Bandhayudha untuk mengikuti kompetisi KRAI memakan waktu hingga 11 bulan lamanya, mulai dari melakukan riset untuk konsep dan rancangan robot hingga melakukan uji coba pada desain robot yang telah dibuat.

“Tentunya dalam proses persiapan menguras banyak tenaga dan pikiran. Kami dituntut untuk sigap dalam berpikir dan bertindak ketika ada suatu hal yang di luar perkiraan. Dalam divisi KRAI ketentuan robot dan permainan itu berbeda-beda setiap tahunnya menyesuaikan dengan tema ABU Robocon internasional, oleh karena itu kita harus bersiap dan langsung memulai riset begitu peraturan dan ketentuan permainan nya keluar, karena memang butuh waktu yang lama untuk mengkonsep, merancang, dan menguji coba.” ungkap Aufa Rofiqi, salah satu anggota Tim Bandhayudha.

Aufa juga menjelaskan, desain robot yang dirancang oleh Tim Bandhayudha mampu meraih penghargaan desain terbaik karena memiliki desain robot yang simpel namun kompleks dan elegan, serta dapat menjalankan misi dengan baik. “Dengan terus melakukan riset terhadap desain kami, rencana kedepannya kami ingin menjadi juara 1 pada ajang KRAI agar bisa mewakili Indonesia di kancah internasional.”

Prestasi yang diberikan oleh Tim Bandhayudha menjadi kebanggaan bagi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Keberhasilan ini menunjukkan meningkatnya perkembangan mahasiswa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang robotika.

Reporter : Indah Zulayka

Editor : M. Rusmul Khandiq

 

Calista Kisy Shintia Putri, Mahasiswa PWK Undip, Terpilih Menjadi 2nd Runner Up Puteri Ekowisata Jawa Tengah

Calista Kisy Shintia Putri, Mahasiswa PWK Undip, Terpilih Menjadi 2nd Runner Up Puteri Ekowisata Jawa Tengah

Fakultas Teknik Universitas Diponegoro kembali menorehkan prestasi. Mahasiswa PWK Undip, Calista Kisy Shintia Putri, terpilih menjadi 2nd Runner Up Puteri Ekowisata Jawa Tengah serta menjadi Puteri Geo Wisata Jawa Tengah.

Putera Puteri Ekowisata Jawa Tengah merupakan bagian dari Putera Puteri Ekowisata Indonesia, sebuah kontes yang diadakan oleh Yayasan Putra Pariwisata Indonesia. Kontes ini bertujuan untuk memilih Duta Ekowisata Indonesia yang akan mempromosikan ekowisata di Indonesia dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Babak final dari Puteri Ekowisata Jawa Tengah sendiri diadakan di Semarang, 26 Mei 2024.

Calista mengungkapkan, selama mengikuti kontes ini, ia harus menghadapi banyak hal untuk bisa sampai menjadi Puteri Geo Wisata Jawa Tengah. “Saya mengikuti serangkaian audisi, seleksi, dan mengerjakan beberapa project yang dimulai dari bulan Februari, hingga kemudian di bulan Mei diumumkan sebagai top 4 finalis, kemudian saya mengikuti serangkaian karantina daring dan luring yang diselenggarakan di Semarang.”

Ia juga menambahkan, sebagai kontes pertama yang ia ikuti, Calista merasa sangat bangga atas pencapaian yang ia dapatkan sekarang. “Saat saya mendapatkan posisi runner up, saya sangat bangga terhadap pencapaian saya sejauh ini. Bagi saya, kami semua adalah pemenang dan mendapatkan posisi tersebut merupakan suatu kehormatan bagi kami semua untuk mengabdi kepada Indonesia, khususnya Jawa Tengah,” ucapnya

Ia berharap, dengan prestasi ini, ia bisa menginspirasi banyak mahasiswa untuk terus berkontribusi bagi Indonesia. “Saya berharap, prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya para mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mempromosikan potensi pariwisata serta UMKM yang ada di Indonesia.”

 

Mahasiswa Teknik Perkapalan Undip, Dedi Setyawan, Raih Juara Favorit Kenang Kota Semarang 2024

Mahasiswa Teknik Perkapalan Undip, Dedi Setyawan, Raih Juara Favorit Kenang Kota Semarang 2024

Fakultas Teknik kembali mendapatkan kabar gembira. Dedi Setyawan, mahasiswa Teknik Perkapalan Undip angkatan 2020, berhasil mendapatkan Juara Favorit dalam helatan kompetisi Kenang Kota Semarang 2024.

Denok Kenang Kota Semarang adalah ajang pemilihan duta wisata Kota Semarang yang digelar secara rutin tiap tahunnya oleh Pemerintah Kota Semarang. Pada tahun ini, ada 400 pendaftar dengan talenta luar biasa yang ikut serta memperebutkan gelar Denok untuk duta wisata perempuan dan Kenang untuk duta wisata laki-laki ini. Malam Grand Final berlangsung di Taman Indonesia Kaya, pada 18 Mei 2024.

Dedi mengungkapkan, seleksi Kenang Kota Semarang berlangsung cukup panjang dan ketat. Ia sendiri harus mempersiapkan diri sejak bulan Februari untuk kompetisi ini. “Saya sendiri sudah mempersiapkan diri dari bulan Februari berupa belajar mengenai pengetahuan umum dan kebudaya di Kota Semarang, selain itu saya juga belajar catwalk untuk persiapan audisi,” ujar Dedi.

Para finalis Denok Kenang Kota Semarang 2024. Malam grand final berlangsung di Taman Indonesia Kaya, Semarang

Ia juga menambahkan, banyak sekali hal yang ia dapatkan selama mengikuti Kenang Kota Semarang. Ia tidak hanya bersaing dengan talenta lainnya saja, tapi juga mendapatkan beragam pembekalan yang bermanfaat. “Kami di sana diberikan pembekalan berupa kelas public speaking, bahasa Inggris, media sosial, dan tentunya kebudayaan Semarang,” katanya.

Dedi merasa sangat senang dan terhormat bisa mendapatkan Juara Favorit Kenang pada tahun ini. Baginya, kemenangan ini tidak lepas dari persiapan yang ia lakukan jauh-jauh hari. “Saya merasa sangat senang dan terhormat bisa dinobatkan menjadi Juara Kenang Favorit 2024. Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi saya,” tuturnya.

Dedi berharap, keberhasilannya ini bisa menginspirasi banyak orang untuk bisa lebih percaya diri dan berani untuk mencoba. “Percayalah pada dirimu sendiri, karena kemampuanmu jauh lebih besar dari yang kamu bayangkan. Keberhasilan selalu dimulai dari keberanian untuk mencoba. Jadi, jangan ragu, yakinkan dirimu, dan mulailah melangkah.”

Foto dari Panitia Denok Kenang Kota Semarang 2024