Empat mahasiswa Fakultas Teknik yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 71 Undip berhasil menciptakan inovasi alat pemberi pakan bebek otomatis di Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Inovasi ini hadir sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan yang sering dialami oleh para peternak bebek di desa tersebut.
Telur bebek menjadi salah satu komoditas unggulan yang ada di Desa Ponowareng. Namun, kurangnya konsistensi dalam pemberian pakan sering kali mengganggu produktivitas bebek di desa tersebut. Dari sinilah Bagaskoro Hendro Utomo, Yordan Pascaladewa, Alfian Syam, dan Ryan Juliary dari Fakultas Teknik Undip merancang alat pemberi pakan yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT).

Dengan bimbingan dari Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc., keempat mahasiswa ini membangun purwarupa Smart Feeder yang terdiri dari wadah penampung berkapasitas 35 kilogram, katup geser otomatis, dan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan Wi-Fi. Alat ini juga dilengkapi dengan sensor Real-Time Clock (RTC) yang bekerja otomatis meskipun tidak terhubung ke internet.
Peternak bisa mengatur dan mengawasi pemberian pakan melalui situs antarmuka yang terkoneksi dengan mikrokontroler. Melalui laman tersebut, peternak bisa membuat jadwal harian pemberian pakan atau memberi makan secara manual menggunakan tombol yang ada di situs. Dengan teknologi ini, peternak bisa memberi makan hewan ternaknya meskipun tidak sedang berada di peternakan.

Acara penyerahan purwarupa ini berlangsung di lokasi peternakan BUMDes Ponowareng pada 9 Februari 2026. Warga desa menyambut baik adanya inovasi ini. Salah satu pengelola peternakan, Nuryadi, mengungkapkan bahwa alat ini banyak membantu para peternak dalam mengelola peternakan mereka.
“Alat ini sangat membantu karena kami tidak perlu lagi menuang dan menakar pakan secara manual. Jadwalnya sudah otomatis, jadi lebih praktis dan teratur,” ujar Nuryadi.
Alat ini juga mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah. Dalam Gelar Karya KKN Undip pada 12 Februari 2026, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, S.Sos., M.A.P., MIDS., Ph.D., ikut memberikan respons positif terhadap purwarupa ini.
Menurutnya, karya kolaboratif ini menjadi bukti nyata dari penerapan teknologi tepat guna untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Harapan ke depannya, inovasi ini bisa terus dikembangkan demi mendongkrak produktivitas sektor peternakan lokal yang ada di Kabupaten Batang.
Penulis: Alfian Syam; Bagaskoro Hendro Utomo; Ryan Juliary; Yordan Pascaladewa
Editor: M. Rusmul Khandiq


