FT Undip Gandeng Blue Deal dan NWB Fund untuk Kaji Energi Listrik Berbasis PLTS di Pekalongan

Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) menjalin kerja sama dengan Blue Deal dan Nederlandsche Waterschapbank Fund (NWB Fund) Belanda untuk mengkaji pemanfaatan energi listrik berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pekalongan. Langkah ini merupakan upaya Undip dalam mendukung ketahanan energi berkelanjutan bagi masyarakat.

Didukung oleh Bapperida Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, program kerja sama ini melibatkan survei, penelitian, serta pengabdian masyarakat di enam rumah pompa pengendali banjir di sepanjang Sungai Bremi-Meduri, Pekalongan. Rencananya, kegiatan berlangsung dari 24 Oktober 2024 hingga 2026.

Tim peneliti dalam kerja sama ini dipimpin oleh Ir. Aghus Sofwan, S.T., M.T., Ph.D. dari Undip selaku koordinator, Ir. Mochammad Facta, Ph.D. dari Undip selaku ketua tim, Ing. Marcel Roet dari Blue Deal selaku manajer tim, Luuk van Elk, B.Sc., M.Sc. selaku ahli hidrologi, dan Ing. Daniël Esselink selaku insinyur mesin dan mekanik.

Menurut koordinator program, Ir. Aghus Sofwan, S.T., M.T., Ph.D., program ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan penggunaan energi listrik berbasis panel surya di stasiun pompa air Pekalongan. Harapannya, kajian ini bisa membantu pemerintah dalam memilih jenis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing rumah pompa.

Program kerja sama ini terdiri dari survei, penelitian, dan pengabdian masyarakat di enam titik rumah pompa yang ada di sepanjang Sungai Bremi-Meduri, Pekalongan

“Program kerja sama ini bertujuan untuk membuat kajian berupa studi kelayakan penggunaan energi surya untuk stasiun pompa air yang diperuntukkan untuk memompa banjir… Tujuannya adalah untuk memberikan solusi dalam memilih jenis PLTS yang sesuai dengan kondisi unik masing-masing rumah pompa,” terangnya.

Selain akademisi, program ini juga melibatkan mahasiswa S1 dan S2 Departemen Teknik Elektro Undip. Dengan adanya program ini, mereka diharapkan bisa memperoleh pengalaman riset langsung sekaligus bahan penelitian untuk pengembangan tesis.

“Mahasiswa prodi S1 dan S2 di Departemen Teknik Elektro bisa mendapatkan pengalaman dalam memecahkan permasalahan nyata melalui pendekatan yang sistematis di bidang ilmu teknik elektro untuk memberikan solusi teknis terbaik,” ujar Aghus.

Fakultas Teknik Undip berkomitmen untuk mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui kolaborasi dengan mitra dan masyarakat. Melalui program ini, diharapkan tercapai empat poin SDGs, yaitu SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 7 (Energi Terjangkau dan Bersih), SDGs 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan), dan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Berita disadur dari Departemen Teknik Elektro Undip

Sustainable Development Goals

SDG-11-150x150
SDG-13-150x150
SDG-17-150x150
SDG-4-150x150-1
SDG-7-150x150