Tim FT Undip Berjaya di FUTUREST 2026, Rancang Reverse Vending Machine untuk Olah Sampah Berkelanjutan

Tim dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) sukses meraih 1st Winner Renewable Energy Paper Idea dalam acara bertajuk Future Energy Summit (FUTUREST) 2026. Acara ini diselenggarakan di Tower 2 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 23 Mei 2026.

FUTUREST merupakan acara nasional tahunan yang digelar oleh Society of Renewable Energy (SRE) ITS. Acara ini menjadi forum bagi mahasiswa di seluruh Indonesia untuk saling berbagi pengetahuan dan membangun inovasi terkait pengembangan teknologi terbaru di bidang energi terbarukan.

Dalam acara ini, tim “Minimal Mandi” yang diisi oleh Aqyal Ghana Zein, Khoirul Amar, dan Davin Ardiansyah membawa karya berjudul “TeraBin: Smart Reverse Vending Machine Terintegrasi Charging Station Berbasis Thermoelectric Generator dan Dual Filtration System untuk Pengolahan Sampah Kering Berkelanjutan”.

Aqyal, selaku ketua tim, menjelaskan bahwa karya ini menggabungkan mesin layan diri terbalik (reverse vending machine) untuk pengumpulan sampah, generator listrik berbahan bakar panas, serta stasiun pengisian daya.

Mesin ini mengumpulkan sampah botol dan sampah kering untuk diolah menjadi bahan bakar bagi generator listrik. Listrik yang dihasilkan oleh generator kemudian dialirkan ke stasiun pengisian daya yang terintegrasi dengan mesin. Filtrasi ganda ditambahkan untuk mengurangi polusi dari pembakaran sampah.

“Kami jauh berbeda (dengan mesin pengumpul sampah lain) karena tidak hanya menerima botol plastik saja, tapi bisa diperluas menjadi sampah kering. Terus juga tidak hanya ditampung, tapi langsung diolah sampahnya menjadi listrik untuk charging station,” jelas Aqyal.

Selain itu, mesin ini memberikan imbalan berupa koin digital kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam pengumpulan sampah, sehingga mendorong keterlibatan publik. Abu sisa pembakaran juga dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembuatan batako, sehingga seluruh luaran dari mesin tetap berorientasi pada keberlanjutan.

“Sistemnya mirip (dengan mesin pengumpul sampah), jadi bila ada sampah masuk akan diberi reward berupa digital coin yang bisa ditukarkan…(Hasil pembakaran) dikumpulkan di bawah mesin, nanti bisa dijual…untuk campuran pembuatan batako…Mesin tugasnya hanya mengumpulkan residu abu itu,” jelas Aqyal.

Terkait kemenangan timnya di FUTUREST, Aqyal mengaku bangga dengan hasil capaian yang timnya raih di kompetisi ini. Ia berharap, ke depannya hasil inovasi yang timnya kembangkan bisa diimplementasikan dalam masyarakat

“Harapan kita, semoga karya kita tidak hanya menumpuk di gedung riset universitas, tapi bisa menjadi program nyata dan diimplementasikan,” harap Aqyal.

Sustainable Development Goals

SDG-4-150x150-1
SDG-7-150x150
SDG-9-150x150