Tim CIRCLE dari Departemen Teknik Sipil Undip berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang internasional bertajuk Introducing and Demonstrating Earthquake Engineering Research in Schools (IDEERS) 2025 yang digelar di Taiwan.
Dalam kompetisi yang berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2025 di National Center for Research on Earthquake Engineering (NCREE), tim CIRCLE berhasil meraih dua prestasi bergengsi, yaitu 4th Place Certificate of Excellent for Efficiency Ratio dan Quake Resistant Certificate.
IDEERS merupakan kompetisi rancang bangun gedung yang digelar oleh NCREE bekerja sama dengan National Institute of Applied Research (NIAR) Taiwan. Dalam kompetisi ini, para peserta ditantang untuk merancang model bangunan berbahan kayu ringan yang mampu menahan beban dan gempa sesuai dengan spesifikasi teknis yang sudah ditentukan. Kriteria penilaian utama dari kompetisi ini adalah efisiensi struktur dan ketahanan terhadap simulasi gempa.
Kompetisi ini diikuti oleh 49 tim dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, Australia, Malaysia, Indonesia, Paraguay, dan beberapa negara lainnya. Tim CIRCLE sendiri menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia dan satu-satunya dari Universitas Diponegoro yang berhasil melaju hingga babak final.
Salah satu anggota tim, Ahmadyoso Adinegoro, mengungkapkan perjalanan mereka di kompetisi ini tidaklah mudah. “Awalnya kami tidak berekspektasi tinggi, karena dengan minim dan keterbasannya hal dalam segala aspek, waktu hari-h juga ada beberapa masalah karena miskomunikasi dari internal. Jadi setelahnya kami cukup down, tapi kami berusaha untuk tetap fokus dan berdoa untuk hari esok,” ujarnya.
Meskipun menemui banyak masalah, tim yang terdiri dari Ahmadyoso Adinegoro, Haidar Fadhil Arhab, Farras Haidar Hakim, dan Seqha Ellindra Himawari Sudarsono ini berhasil memberikan hasil terbaik bagi Undip. Tercatat, tim CIRCLE menjadi tim dengan capaian terbaik diantara tim-tim lainnya dari Indonesia.
“Dengan segala tantangan yang kami alami, rasanya semuanya terbayarkan. Tangis haru dari semua teman, apalagi juga menjadi tim nomor satu dari Indonesia yang menjadi pemenang, menjadi rasa bangga tersendiri bisa mengharumkan nama Universitas Diponegoro di kancah dunia,” tambahnya.
Saat ini, Adinegoro dan timnya berencana untuk fokus dalam mengerjakan tugas akhir. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi tim CIRCLE untuk terus berkarya dan membanggakan nama Undip ke depannya.
“Kami sudah di tahun terakhir, kami akan banyak fokus ke tugas akhir, tapi kami akan terus berusaha membanggakan nama Undip hingga selesai masa studi kami. Kami bersyukur dan bangga menjadi mahasiswa Undip,” tutupnya.