Tarawih Keliling Undip 1447 H: Ramadan sebagai Ajang Muhasabah untuk Hadapi Tantangan Zaman

Selasa, 3 Maret 2026, Fakultas Teknik bersama Sekolah Pascasarjana dan Wakil Rektor III Universitas Diponegoro (Undip) berkesempatan untuk menggelar Tarawih Keliling dan Silaturahim untuk seluruh sivitas akademika Undip. Acara ini diselenggarakan di Engineering Hall, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc. lantai 5.

Acara ini merupakan upaya dari Undip untuk mempererat tali silaturahim serta meningkatkan keimanan para sivitas akademika selama menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1447 H. Di gelaran kali ini, Undip mengundang Prof. Akhmad Syakir Kurnia, S.E., M.Si., Ph.D. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip untuk menjadi penceramah.

Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum dan Organisasi Undip, Prof. Dr. Adian Fatchur Rohim, S.T., M.T., menyambut baik penyelenggaraan Tarawih Keliling ini. Menurut beliau, agenda ini menjadi momen bagi sivitas akademika untuk saling introspeksi diri dan saling bersilaturahim untuk mencapai cita-cita Undip

“Kegiatan Tarling (Tarawih Keliling) ini bukan sekadar agenda rutin Ramadan, tetapi juga momentum untuk memperkuat silaturahim, menyatukan hati, serta merefleksikan peran kita sebagai bagian dari keluarga besar Undip dalam membangun Undip yang Unggul, Bermanfaat, dan Bermartabat,” ujar beliau.

Prof. Adian berharap seluruh pihak bisa bergerak bersama untuk mendukung visi dan misi Undip. “Semoga melalui kebersamaan ini terjalin sinergi yang semakin kuat dalam mendukung visi dan misi Universitas,” tuturnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Prof. Akhmad Syakir Kurnia, S.E., M.Si., Ph.D., berkesempatan untuk menjadi penceramah dalam Tarawih Keliling kali ini

Prof. Akhmad Syakir Kurnia, S.E., M.Si., Ph.D. dalam ceramahnya menyampaikan keutamaan memperbaiki diri selama menjalani puasa di bulan Ramadan. Beliau menekankan pentingnya memaknai ulang puasa Ramadan di masa sekarang agar bisa lebih bermanfaat.

“Kalau sebelumnya mungkin puasa kita maknai sebagai puasanya orang awam, shaumul awam, sebatas menahan diri dari yang membatalkan puasa, makan dan minum, maka Imam Al Ghazali menyampaikan parameter yang lebih ketat lagi, yakni shaumul khusus, yaitu puasanya orang-orang yang sudah siap,” ucap Prof. Syakir.

Bagi beliau, tantangan umat pada hari ini lebih sulit karena harus menghadapi gelombang informasi yang semakin terbuka dan tidak terfilter. Oleh karena itu, beliau berpesan kepada para jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan zaman.

“Barangkali yang menjadi tantangan bagi kita dalam menjalani puasa, di era informasi yang transparan seperti hari ini, karena seluruh informasi hadir di ruang-ruang privat. Justru di situlah ujiannya,” kata beliau.

Acara Tarawih Keliling ini kemudian ditutup dengan pembagian cenderamata dan silaturahim antarsivitas akademika. Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Undip mengajak seluruh elemen yang ada di Undip untuk saling bersatu dan menata diri demi menciptakan Undip yang lebih Beradab Unggul dan Berdampak.

Sustainable Development Goals

SDG-16-150x150