Sustainable Living, Solusi untuk Kota Semarang yang Lebih Tangguh

Kota Semarang selama ini memiliki banyak permasalahan lingkungan. Mulai dari banjir, polusi udara, hingga penurunan muka tanah. Masalah ini perlu segera diselesaikan untuk menjaga keberlangsungan hidup di Kota Semarang.

Menurut Dr. Ir. Budi Prasetyo Samadikun, S.T., M.Si., IPU., ASEAN Eng., dosen Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro, salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan menerapkan Pola Hidup Berkelanjutan (Sustainable Living). Dengan konsep ini, dampak-dampak negatif yang memengaruhi lingkungan bisa dikurangi untuk menjamin keberlanjutan hidup generasi mendatang.

“Sebenarnya (sustainable living) ini adalah pola hidup yang tujuan utamanya itu kita melakukan pengurangan, mengurangi dampak-dampak negatif terhadap lingkungan…menjaga keseimbangan planet kita ini, bukan hanya untuk generasi sekarang, tapi juga untuk generasi mendatang,” ujarnya dalam Kentongan RRI Pro 1 Semarang, Rabu, 17 Desember 2025.

Konsep ini terdiri dari lima prinsip, yaitu penerapan 3R (Reduce-Reuse-Recycle), penggunaan energi bersih dan hemat energi, pemanfaatan transportasi umum ramah lingkungan, pengembangan ruang hijau dan pertanian urban, serta konsumsi bijak dan rendah karbon.

Prinsip-prinsip ini bisa dimulai dari level individu dan keluarga terlebih dahulu. Di level ini, tiap orang bisa mulai membiasakan diri untuk melakukan hal-hal yang lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi pemborosan air, memilah sampah sebelum dibuang, dan menggunakan transportasi umum.

Di tingkat komunitas, masyarakat bisa melakukan program-program pendukung, seperti membuat Kampung Iklim dan kebun komunitas. Sedangkan di level makro, pemerintah bisa menguatkan penerapan prinsip ini melalui kebijakan dan program-program berkelanjutan, seperti kebijakan pengurangan plastik dan pembangunan ruang terbuka hijau.

“Kuncinya adalah butuh kolaborasi, masyarakat, komunitas, pemerintah, dan juga dibutuhkan transformasi perilaku, dan juga pola konsumsi, dan juga bagaimana nanti Pemerintah Kota Semarang membuat desain Kota Semarang bisa lebih bersih, sehat, dan juga berkelanjutan,” tambahnya.

Budi berharap, masyarakat bisa memulai untuk mengubah pola hidupnya menjadi lebih berkelanjutan. Harapannya, dengan banyaknya keluarga yang menerapkan sustainable living, serta didukung oleh kebijakan dari pemerintah, maka Kota Semarang bisa semakin tangguh dalam menghadapi permasalahan lingkungan.

“Langkah kecil yang dimulai dari rumah atau lingkungan keluarga itu kalau secara masif semua keluarga melakukan itu otomatis skalanya bisa lebih makro dan dampaknya terasa lebih dahsyat,” pesan Budi.

Sustainable Development Goals

SDG-11-150x150
SDG-12-150x150
SDG-13-150x150
SDG-17-150x150