PWK Undip Go Global, Kaji Perkotaan Berkelanjutan bersama Universitas-Universitas Dunia

Perwakilan dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Diponegoro (Undip) berkesempatan untuk menghadiri kegiatan kolaborasi internasional bertajuk SMUS Campus Series Asia yang berlangsung di Chulalongkorn University, Thailand, pada 10–16 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Global Center of Spatial Methods for Urban Sustainability (GCSMUS), sebuah platform kolaborasi lintas universitas di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 11, yaitu Kota dan Komunitas Berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini, PWK Undip diwakili oleh Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS. selaku Ketua Departemen, serta Novia Sari Ristianti, S.T., M.T. sebagai dosen. Selain itu, empat mahasiswa Pascasarjana PWK Undip turut berpartisipasi, yaitu Retno Sari Dewi, Ayu Aini, Khoirul Adib, dan Arya Pradana.

Novia, salah satu perwakilan, menjelaskan bahwa kegiatan ini berfokus pada pengembangan penelitian kolaboratif transdisipliner untuk mengatasi wicked urban problems (WUP).

SMUS Campus Series mampu menjadi langkah pengembangan riset dan publikasi kolaboratif internasional untuk mengatasi wicked urban problems melalui pendekatan transdisipliner, praktik berbasis spasial, serta penguatan jejaring akademik global guna mendukung pencapaian SDGs dan keberlanjutan perkotaan,” ujar Novia.

Para peserta SMUS Campus Series sedang berdiskusi bersama warga terdampak erosi pesisir di Ban Khun Samut Chin, Samut Prakan, Thailand

Kegiatan ini terdiri dari tiga sesi utama, yaitu kuliah akademik, observasi lapangan, dan diskusi kelompok. Sesi kuliah umum diisi oleh berbagai peneliti ternama di bidang ec(h)otone dan perkotaan, di antaranya Dr. Jakkrit Sangkhamane dari Chulalongkorn University dan Prof. Illana Boltvinik dari Universidad Veracruzana Mexico.

Sesi observasi lapangan berlangsung selama dua hari di Ban Khun Samut Chin, Samut Prakan, Thailand. Di sesi ini, para peserta mengamati secara langsung fenomena krisis erosi yang terjadi di kawasan pesisir Samut Prakan. Selain itu, para peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan warga terdampak.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi kelompok dan pameran hasil diskusi. Diharapkan, hasil diskusi ini bisa memberikan sumbangsih berharga bagi pengembangan solusi-solusi berkelanjutan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.

Novia menambahkan, keterlibatan PWK Undip dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen Fakultas Teknik Undip dalam mendukung pencapaian SDGs melalui jejaring riset global. Diharapkan, kontribusi ini dapat memperkuat upaya mewujudkan kawasan perkotaan yang lebih berkelanjutan, baik di Indonesia maupun dunia.

“Melalui program SMUS, PWK Undip menekankan pentingnya kolaborasi interdisipliner dalam mengkaji WUP pada kawasan ec(h)otone….Meski memiliki karakter sosial dan lingkungan yang berbeda, semuanya sama-sama menghadapi tantangan perubahan iklim…Sehingga diperlukan pendekatan lintas disiplin dan lintas negara untuk menghasilkan strategi keberlanjutan yang lebih adaptif dan kontekstual,” pungkas Novia.

Sustainable Development Goals

SDG-11-150x150
SDG-13-150x150
SDG-17-150x150
SDG-4-150x150-1