Kuliah Umum Water Impact Week: Sinergi Akademisi dan Praktisi untuk Hadapi Ancaman Krisis AirĀ 

Kamis, 30 April 2026, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) berkolaborasi dengan Nuffic Southeast Asia dan ASPI Korwil Jawa Tengah sukses menggelar kuliah umum dengan tema ā€œWater Supply Security and Climate Resilienceā€. Acara ini berlangsung di Engineering Hall, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc. lantai 5.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Water Impact Week, sebuah inisiatif global yang diselenggarakan oleh Nuffic untuk merayakan 25 tahun kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Belanda dalam bidang Air dan Lingkungan (4P-MoU). Program ini bertujuan mempertemukan akademisi, pemuda, serta para ahli untuk merumuskan solusi berkelanjutan dalam menjaga kedaulatan sumber daya air.

Sabrina Farah Salsabilla, perwakilan Nuffic Southeast Asia, menjelaskan bahwa pemilihan Kota Semarang sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan tahun ini sangat strategis. Ia berharap para peserta dapat menggali wawasan mendalam mengenai isu ketahanan iklim yang kian mendesak.

ā€œSemoga kegiatan hari ini teman-teman dapat banyak manfaat. Kita ada eksplorasi di sini, kita bisa tanya-tanya lebih jauh tentang Water dan juga Climate Resilience,ā€ ujar Sabrina.

Kuliah umum ini diisi oleh dua praktisi handal di bidangnya, yaitu Thomas de Jong, Program Manager Indonesia VEI Dutch Water Operators, dan Izzan Arif Utomo, Program Development Department PDAM Kota Semarang. 

Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Ir. Nita Aryanti, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya menekankan bahwa isu perubahan iklim bukan lagi sekadar wacana teoritis. 

ā€œPerubahan iklim tidak lagi menjadi diskursus di sini. Ini adalah kenyataan yang memengaruhi siklus hidrologi, ketersediaan air tawar, dan naiknya frekuensi bencana, seperti banjir dan longsor,ā€ ujar Prof. Nita.

Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ini. Kolaborasi antara akademisi, praktisi, pemerintah, dan masyarakat sipil diharapkan mampu melahirkan inovasi yang aplikatif dan tepat sasaran.

ā€œKami percaya, sinergi antara akademisi, praktisi, pemerintah, dan masyarakat sipil itu penting dalam menciptakan solusi-solusi yang inovatif dan aplikatif,ā€ tegasnya.

Melalui kuliah umum ini, Fakultas Teknik Undip kembali mempertegas komitmennya untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama terkait ketahanan iklim. 

Harapannya, dialog multidisiplin dengan pakar dari Belanda dan Indonesia ini bisa memunculkan ide-ide baru yang bisa menjelma menjadi aksi nyata yang memberikan dampak solutif serta berkelanjutan bagi keberlangsungan air bersih dan ketahanan iklim untuk generasi mendatang.

Sustainable Development Goals

SDG-11-150x150
SDG-13-150x150
SDG-17-150x150
SDG-4-150x150-1