Kolaborasi FT Undip-Kansai University Teliti Pengaruh Lingkungan terhadap Kualitas Tidur dan Performa Manusia

Masalah kualitas tidur sering kali hanya dianggap sebagai masalah kebiasaan individu. Namun, menurut dosen Departemen Teknik Industri, Wiwik Budiawan, S.T., M.T., Ph.D., kondisi lingkungan tempat seseorang tidur sebenarnya berpengaruh besar dalam memengaruhi kualitas tidur dan, lebih jauh, produktivitas masyarakat.

Dalam penelitiannya bersama Prof. Kazuyo Tsuzuki dari Kansai University, Jepang, Wiwik menemukan bahwa karakteristik lingkungan tidur, seperti suhu udara, kelembapan, ventilasi, serta kemampuan adaptasi tubuh terhadap iklim, memengaruhi kualitas tidur dan performa manusia.

Menurut Wiwik, hingga saat ini, sebagian besar standar kenyamanan termal di dunia masih mengacu pada penelitian-penelitian di negara beriklim sedang. Padahal, masyarakat yang tinggal di wilayah tropis memiliki kemampuan adaptasi yang berbeda, sehingga mereka membutuhkan rekomendasi yang berbeda pula.

“Kami ingin menghasilkan rekomendasi berbasis bukti ilmiah mengenai lingkungan tidur yang sehat bagi masyarakat tropis. Tidak semua orang membutuhkan kondisi ruangan yang sama untuk memperoleh tidur yang berkualitas,” jelas Wiwik.

Dalam penelitian ini, Wiwik dan timnya tidak hanya membandingkan perbedaan karakteristik iklim, budaya, dan kebiasaan hidup masyarakat Jepang dan Indonesia. Aspek-aspek lain juga diperhitungkan, mulai dari respons fisiologis, persepsi kenyamanan termal, kualitas tidur, hingga performa kognitif setelah bangun tidur.

“Penelitian ini diarahkan untuk memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan hunian, seperti asrama mahasiswa dan rumah sakit. Temuan penelitian ini juga berpotensi menjadi acuan dalam penyusunan strategi penggunaan pendingin ruangan dan ventilasi yang lebih efisien,” tambahnya.

Melalui pendanaan World Class University (WCU) skema International Joint Research Collaboration (IJRC), serta dukungan dari KAKENHI MEXT Jepang, Wiwik dan tim dari Kansai University berhasil melakukan riset ini melalui jejaring riset global antara peneliti Indonesia dan Jepang.

Dari hasil kolaborasi internasional ini, diharapkan tumbuh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara lingkungan tidur, kesehatan, dan produktivitas. Hasil penelitian ini juga diharapkan bisa memberikan rekomendasi pengembangan teknologi pendukung performa manusia yang lebih relevan bagi masyarakat Indonesia.

“Tujuan akhir penelitian ini adalah menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ketika seseorang dapat tidur lebih baik, maka kesehatan meningkat, produktivitas kerja menjadi lebih baik, proses belajar lebih optimal, dan risiko kecelakaan akibat kelelahan dapat ditekan,” tutup Wiwik.

Sustainable Development Goals

SDG-13-150x150
SDG-17-150x150
SDG-3
SDG-4-150x150-1
SDG-9-150x150