Inovasi Busa Super Bawa Mahasiswa Teknik Kimia Undip Raih Bronze Medal di Malaysia

Tim mahasiswa dari Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip) berhasil menorehkan prestasi di ajang internasional. Tim “Superfoam” sukses meraih Bronze Medal dalam kompetisi World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18–20 Mei 2026.

Tim yang terdiri dari Davin Ardiansyah, Azifa Rusyda Dewi, Almas Fauziyah, Friska Auliya Aisyah, dan Daffa Rahmatullah Ruslan berhasil menciptakan busa super 3-in-1 bernama Superfoam. Busa ini mampu menyerap tumpahan minyak di laut tanpa meninggalkan banyak residu serta ramah lingkungan.

Superfoam bekerja dengan memodifikasi busa polidimetilsiloksan dengan Carbon Nanotube (CNT) dan magnetit. Menurut Davin Ardiansyah, selaku ketua tim, busa ini bekerja dengan menggabungkan fungsi absorben minyak dari busa dengan pemecahan minyak melalui panas dari CNT.

“Jadi, foam ini memiliki sifat superhidrofobik dan superoleofilik, sehingga mampu menolak air dan menyerap minyak secara selektif. CNT membantu mengubah energi cahaya menjadi panas, sehingga minyak yang memiliki viskositas tinggi menjadi lebih mudah terserap ke dalam pori-pori foam,” ujarnya.

Penggunaan CNT dalam busa ini mengurangi penggunaan dispersan kimia yang bisa mencemari air. Dengan menggunakan panas alami dari matahari, CNT bisa melakukan fungsi pengenceran minyak yang diklaim lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan dispersan kimia lainnya.

“Di foam kami, ada CNT yang bisa menghasilkan panas kalau terkena matahari. Itu bakal membuat minyaknya jadi lebih encer karena terkena panas dari CNT dan dia tidak pakai dispersan kimia, sehingga lebih ramah,” tambahnya.

Selain itu, penambahan magnetit membuat busa lebih mudah diangkat dari air menggunakan magnet, sehingga proses penanganan tumpahan minyak menjadi lebih efisien dan hemat biaya.

“Absorben kami dilengkapi juga dengan sifat magnet dari magnetit, jadi saat memisahkannya dari air cukup diangkat dengan magnet, sehingga lebih efisien biaya pengangkutannya,” terang Davin.

Davin mengungkapkan, karya ini merupakan pencapaian yang cukup berharga bagi timnya. Ia berharap, inovasi ini bisa terus dikembangkan sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.

“Kami merasa senang dan bangga karena proses yang kami jalani akhirnya membuahkan hasil…Harapan dari tim adalah supaya target yang diinginkan dapat tercapai dengan baik dan maksimal serta dapat berkontribusi baik bagi lingkungan,” harapnya.