Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) resmi membuka rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Departemen dan Pendidikan Karakter (Pendikar). Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, mulai dari tanggal 11 hingga 14 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai ke-Undip-an, identitas departemen, serta tata cara perkuliahan. Selain menerima informasi akademis dasar, tiap departemen juga membimbing para mahasiswa baru melalui program pembentukan karakter bertajuk PACTA JUARA.
PACTA JUARA merupakan program pembentukan karakter mahasiswa yang dikembangkan oleh Undip. Dalam program ini, para mahasiswa dibentuk agar memiliki delapan karakter utama Undip, yaitu Peduli, Adaptif, Cerdas, Tangguh, Jujur, Adil, Berani, dan Beretika.
Rangkaian kegiatan ini terdiri dari dua sesi. Pada hari pertama, tiap departemen menjalankan PKKMB Departemen. Di sesi ini, para mahasiswa baru mendapatkan pemaparan dasar terkait dunia perkuliahan, pengelola departemen, serta fasilitas yang ada di departemen mereka.
Pada hari ketiga hingga keempat, para mahasiswa memperoleh pemahaman terkait etika dan nilai-nilai kampus melalui Pendidikan Karakter. Di sesi ini, mereka mendapatkan kuliah, penugasan, dan menjalani diskusi kelompok untuk menanamkan nilai PACTA JUARA secara menyeluruh.
Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Dr. Ir. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya keteguhan hati dan adab bagi mahasiswa Fakultas Teknik Undip. Menurutnya, karakter yang kuat dan beretika dapat membentuk pribadi yang pintar serta berintegritas.
“Jaga hati dan adab. Ilmu teknik memang berat, rumus-rumusnya kompleks, tetapi ilmu yang berat akan terasa ringan jika hati kalian bersih…Cahaya ilmu tidak akan masuk ke dalam hati yang gelap oleh hal-hal tercela,” pesannya.
Prof. Jamari berharap, para mahasiswa baru bisa menjalani dinamika perkuliahan dengan penuh semangat hingga meraih kelulusan.
“Empat tahun ke depan akan terasa berat. Ada malam-malam tanpa tidur. Ada tugas yang membuat frustrasi. Tetapi ingatlah, di ujung sana, ada masyarakat yang menunggu karya kalian,” pungkas Prof. Jamari.
