Baru-baru ini Dr. Iwan Rudiarto bersama dengan Dr. Wiwandari Handayani dan Dr. Anang Wahyu Sejati dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (DPWK) dan 6 tim lain dari universitas di Brazil, India, Nigeria, Peru, dan Tanzania mendapatkan dana hibah sebesar lebih dari Rp 400 juta untuk pembuatan Massive Open Online Course (MOOC) dari German Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ) melalui program DAAD Higher Education Excellence in Development Cooperation – Exceed. Kesepakatan pelaksanaan kegiatan ini dicantumkan dalam dokumen kerjasama yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Teknik Prof. M. Agung Wibowo, Ph.D. dan perwakilan Rektor Technische Universität Berlin (TU Berlin).  

kick off meeting Program MOOC

Pendanaan ini merupakan hasil kolaborasi kerjasama mitra yang tergabung dalam The Global Centre of Spatial Methods for Urban Sustainability/GCSMUS yang dikepalai oleh Prof. Dr. Angela Million dan Prof. Dr. Nina Bauer dari Institut für Stadt- und Regionalplanung/Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota TU Berlin  dimana Dr. Iwan Rudiarto menjadi mitra dari Indonesia sekaligus representasi dari Universitas Diponegoro. Sebagai jaringan kolaboratif akademik, GCSMUS menghubungkan berbagai disiplin ilmu dalam sebuah tim yang terdiri atas 48 mitra dari 47 negara. Kolaborasi yang dibangun oleh GCSMUS bertujuan mengembangkan dan menyediakan instrumen untuk mengatasi masalah pembangunan kota berkelanjutan melalui pendekatan holistik dan trans-disiplin khususnya dalam pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) nomor 11 sustainable cities and communities.

Untuk pembuatan MOOC ini, tim dari DPWK UNDIP yang diketuai oleh Dr. Iwan Rudiarto berkolaborasi dengan Yayasan Kota Kita dan Inisiatif Kota untuk Perubahan Iklim/IKUPI . Tim akan menyusun sebuah mata kuliah berbasis daringyang nantinya dapat diakses secara luas melalui platform online dengan tema “Adaptasi Perubahan Iklim di Kota-Kota di Indonesia: Mempromosikan dan Membangun Ketahanan dari Bawah” dengan waktu pelaksanaanaan dari Juni sampai Oktober 2021. Materi yang diangkat dalam MOOC ini akan difokuskan pada permasalahan di perkotaan dan di perdesaan pesisir khususnya di Jawa Tengah yang timbul akibat adanya urbanisasi dan perubahan iklim.

kick off meeting Program MOOC

Pemilihan tema dan studi kasus dalam MOOC berdasarkan pertimbangan bahwa saat ini kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim masih realtif rendah dan selama ini inisiatif yang sudah dilakukan hanya berfokus pada proyek infrastruktur besar, berorientasi top-down, dan kurang melibatkan masyarakat. MOOC yang nanti akan bisa diakses secara luas ditujukan sebagai sarana pembelajaran dan diskusi tidak hanya bagi mahasiswa DPWK dan UNDIP tetapi juga masyarakat secara umum. Melalui MOOC ini, tim penyusun berharap dapat memperkenalkan dampak dan solusi perubahan iklim kepada masyarakat sehingga mendorong keterlibatan mereka dalam mewujudkan ketahanan terhadap perubahan iklim sekaligus melibatkan dan mendorong pemerintah daerah untuk dapat merumuskan kebijakan yang relevan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi.