Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, tim SugarBridge BEM Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan program Desa Binaan (DESBIN) 2026 di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, pada Juni 2026.
Mengusung tema “Dari Nira Lokal Menjadi Nilai Global”, program ini berfokus pada pemberdayaan UMKM gula semut melalui penerapan teknologi tepat guna, peningkatan kualitas produksi, serta penguatan daya saing produk lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Program yang memperoleh pendanaan dari skema World Class University Universitas Diponegoro ini melibatkan berbagai pihak. Pemerintah Desa Sriwulan, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat berperan sebagai mitra utama, sementara LSM Svarna Loka terlibat sebagai mitra penasihat dalam pelaksanaan program.
Aisyah Apriliani Putri, ketua tim SugarBridge, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi Desa Sriwulan melalui teknologi dan ilmu pengetahuan. Ia berharap, program ini bisa menjadi solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sriwulan.
“Melalui SugarBridge, kami ingin menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan UMKM gula semut di Desa Sriwulan. Kami berharap, teknologi yang diterapkan tidak hanya meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Aisyah.

Program DESBIN 2026 dilaksanakan melalui dua rangkaian kegiatan utama. Kegiatan pertama berfokus pada penerapan teknologi untuk meningkatkan produktivitas gula semut. Dalam pelaksanaannya, tim SugarBridge merancang sejumlah inovasi, di antaranya mesin Auto Sieve Multi Mesh dan sistem filtrasi nira bertingkat.
Untuk mendukung efisiensi proses produksi, tim juga menerapkan konsep ergonomic production flow. Konsep tersebut dirancang agar alur kerja dalam proses produksi menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan para pelaku UMKM.
Tidak berhenti pada aspek produksi, tim SugarBridge turut mendorong penguatan pemasaran melalui pemanfaatan digital branding. Strategi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya tarik produk gula semut Desa Sriwulan di tengah persaingan pasar yang semakin luas.
Selain penerapan teknologi, tim SugarBridge memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM di Desa Sriwulan. Dalam pelaksanaannya, tim menggandeng LSM Svarna Loka untuk menyusun modul pelatihan sekaligus melakukan pendampingan dan pengawasan agar setiap tahapan program dapat berjalan secara optimal.
Melalui sinergi antara teknologi, pengetahuan, dan penguatan kapasitas masyarakat, program DESBIN 2026 ini diharapkan tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga memberikan landasan yang bermanfaat serta dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Sriwulan.
Berita dan Foto dari BEM Fakultas Teknik Undip




