Industrialisasi dan Perubahan Iklim: Antara Mengejar Ekonomi atau Mencegah Krisis Lingkungan

Perubahan iklim kini menjadi isu global yang semakin mendesak. Kenaikan suhu bumi dan cuaca ekstrem mulai memengaruhi kehidupan masyarakat. Salah satu penyebab utamanya adalah aktivitas manusia yang berlebihan dalam mengeksploitasi alam, terutama lewat industrialisasi.

Menurut Dr.Eng. Ir. Bimastyaji Surya Ramadan, S.T., M.T., dosen Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro, sektor industri merupakan penyumbang terbesar emisi karbon di dunia. Emisi tinggi dari kegiatan industri berdampak langsung pada lingkungan, seperti memburuknya kualitas udara dan meningkatnya pemanasan global.

Indonesia, sebagai negara yang tengah gencar mendorong industrialisasi, menghadapi ancaman serius jika tidak mampu mengendalikan dampak lingkungan yang dihasilkan dari industri. “Industri itu semakin marak di Indonesia. Kalau ini tidak dikontrol, kembali lagi, yang kena kita sendiri. Salah satu contohnya adalah perubahan iklim yang tidak menentu,” ujar Bimastyaji dalam program Kentongan RRI Pro 1 Semarang, 8 Oktober 2025.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah mekanisme untuk mengatasi masalah ini, salah satunya melalui PROPER (Public Disclosure Program for Environmental Compliance). Mekanisme ini menuntut perusahaan untuk bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan, termasuk diantaranya adalah pemberdayaan masyarakat terdampak.

Meski begitu, Bimastyaji mengingatkan bahwa pengawasan yang terlalu ketat juga bisa menimbulkan masalah baru, seperti hilangnya mata pencaharian. Di sini, pemerintah perlu berhati-hati dalam menindak perusahaan-perusahaan yang melanggar peraturan.

“Masyarakat itu juga mendapatkan penghasilan dari industri, tapi di sisi lain, ketika misalkan pemerintah itu tahu industri tersebut melanggar ketentuan dari peraturan, pemerintah juga tidak bisa langsung cut, karena nanti yang jadi masalah pengurangan tenaga kerja lagi, nanti banyak demo juga,” terangnya.

Ia menekankan, perubahan iklim bukan hanya tanggung jawab industri. Menurutnya, semua orang turut berperan mempercepat atau memperlambat dampaknya. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

“Sebagai masyarakat yang sadar lingkungan, sadar perubahan iklim, tentunya kita bisa melakukan banyak hal, termasuk salah satunya kita bisa melakukan green lifestyle yang bisa berkontribusi walaupun mungkin sedikit untuk menekan terjadinya perubahan iklim,” pesannya.