DPWK Undip Gelar SMUS Campus Kick-Off, Eksplor Konsep Ekoton untuk Wujudkan Tata Kota Berkelanjutan

Rabu, 8 Oktober 2025, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (DPWK) Undip menggelar acara bertajuk “SMUS Campus Kick-Off“. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kelas pembelajaran multidisiplin yang diinisiasi oleh jejaring Global Center of Spatial Methods for Urban Sustainability (SMUS).

SMUS merupakan salah satu dari tujuh platform EXCEED yang didanai oleh Pemerintah Federal Jerman melalui DAAD. Dalam platform ini, sembilan universitas dari Asia, Amerika, dan Afrika saling berkolaborasi bersama Technische Universität Berlin selaku pelaksana dari Jerman untuk mengusung penelitian-penelitian multidisipliner yang dapat membantu pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 11, yaitu komunitas dan kota berkelanjutan.

Pada tahun ini, tema yang diambil adalah “Blurring Boundaries: The Role of Ec(h)otones in Shaping Urban Sustainability Multidisciplinary Learning Series”. Tema ini diambil sebagai upaya dari SMUS dalam mengeksplorasi konsep ekoton, yaitu fenomena wilayah baru yang terbentuk di area transisi yang berada di antara dua bioma.

“Pada kesempatan ini, kami ingin sampaikan bahwa SMUS diharapkan dapat menjadi platform jejaring untuk dapat menjalin lebih jauh kolaborasi dan penelitian, pembelajaran, pengajaran, dan pada umumnya praktik perencanaan berkelanjutan, khususnya di wilayah perkotaan,” ujar Prof. Dr-Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS. selaku ketua panitia acara ini.

Dalam acara ini, ada tiga penelitian yang dipaparkan, yaitu “Blue-Green Appraoch for Coastal Ecotone Area”, “Living at the Edge of Change: Sayung Ecotone Futures”, dan “Ecotone Transformation in Coastal Cities: Linking Spatial, Ecological, and Engineering Dimensions

Program ini dimulai dengan seri kuliah daring yang digelar pada September lalu. Para peserta yang terdiri dari 14 akademisi lintas disiplin ini kemudian mendapatkan pembimbingan intensif dan kunjungan lapangan ke Sayung, Demak. Hasil dari kunjungan lapangan ini kemudian dikaji dan dipaparkan dalam Campus Kick-Off yang diadakan di Engineering Hall, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc. Lantai 5.

“Harapannya, pertemuan ini nanti akan menghasilkan berbagai gagasan-gagasan riset dan gambaran, terutama kepada para mahasiswa, untuk bisa memikirkan bagaimana mencari solusi untuk pengentasan masalah-masalah perkotaan yang kompleks, dan selanjutnya muncul riset-riset yang lebih up-to-date,” ucap Prof. Wiwandari.

Ada tiga penelitian yang disajikan dalam acara ini. Ketiga penelitian tersebut mengkaji fenomena ekoton di kawasan pesisir dan bagaimana masyarakat beradaptasi menggunakan sudut pandang yang berbeda-beda. Hasil penelitian ini kemudian dipresentasikan di hadapan para tamu yang terdiri atas akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan.

Tiga tokoh penting turut hadir sebagai penguji di acara ini. Ketiga tokoh tersebut adalah Prof. Dr. Walter Timo de Vries dari Technische Universität München, Annisa Fitria dari Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, dan Pramudita Mahyastuti dari GIZ.

Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Ir. Nita Aryanti, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menyambut baik acara ini. Beliau berharap, acara ini bisa memperkaya khasanah keilmuan di Indonesia terkait tata kota berkelanjutan.

“Melalui kolabroasi ini, penelitian yang telah dilaksanakan bersama dapat semakin berkembang. Selain itu, kolaborasi ini dapat memperkaya perspektif keilmuan sekaligus produksi akademis dalam mewujudkan tata kota berkelanjutan di Indonesia,” pesan Prof. Nita.

Berita disadur dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Undip