Tim Asta Diponegoro Sabet Dua Silver Medal dalam Lomba Esai International Students Competition 2025

Kabar membanggakan datang dari Departemen Teknik Elektro. Tim Asta Diponegoro dari Departemen Teknik Elektro Undip berhasil menyabet dua Silver Medal dalam kompetisi internasional bertajuk International Students Competition 2025. Kompetisi ini digelar di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 6-8 September 2025.

International Students Competition (ISC) adalah lomba inovasi tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pangan dan Agorindustri Universitas Mataram. Dalam lomba ini, puluhan akademisi dan mahasiswa dari negara-negara Asia Tenggara dan negara-negara lainnya saling bertukar ide, inovasi, dan budaya melalui lomba esai, seminar, dan kegiatan budaya.

Tim Asta Diponegoro yang terdiri dari Rangga Adi Saputra, Nicholas David Marsen, Septhian Kallolangi, Rangga Maulan Wicaksana, Raihan Azaky, Bintang Mahendra Nadi Saputra, Muhammad Bintang Tri Surya, dan Rafael Juan Fibriani dari Kedokteran Undip ini membawa dua karya untuk kompetisi ini.

Karya pertama yang dibawa oleh tim ini adalah teknologi antifouling berbasis transducer ultrasonik. Dalam karya ini, tim Asta Diponegoro berinovasi dengan menggunakan gelombang ultrasonik untuk mencegah tumbuhnya organisme laut di lambung kapal. Gelombang ultrasonik ini dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan cairan kimia seperti Tributyltin (TBT).

Tim Asta Diponegoro membawa dua inovasi di ISC 2025, yaitu antifouling berbasis transducer ultrasonik, dan alat pemantau kesehatan berbasis Internet of Things (IoT)

“Inovasi kami adalah antifouling berbasis ultrasonik untuk mencegah pertumbuhan organisme laut pada lambung kapal yang ramah bagi ekosistem laut karena sebelumnya ada metode konvensional menggunakan bahan kimia pelapis tributyltin yang berbahaya bagi laut,” ujar Rangga Adi Saputra selaku ketua tim.

Karya kedua yaitu alat pemantau penyakit peradangan saluran napas kronis (Chronic Obstructive Pulmonary Disease, COPD) berbasis Internet of Things (IoT). Untuk karya ini, tim Asta Diponegoro menggagas penggunaan IoT dalam alat spirometri yang dipakai untuk memantau kesehatan penderita penyakit saluran napas. Dengan menggunakan IoT, maka penderita COPD bisa dipantau oleh keluarga dan dokter dari jarak jauh.

“Inovasinya berupa alat spirometri yang telah dilengkapi oleh IoT, memungkinkannya untuk dipakai oleh orang awam, terutama orang terdiagnosis COPD, di rumah masing-masing, yang digunakan untuk memantau progresivitas dari penyakit dan memantau COPD, baik dari rumah oleh keluarga dan dari rumah sakit oleh dokter,” tambah Rangga.

Ia mengungkapkan, kompetisi ini merupakan pengalaman pertama baginya dan tim. Menurutnya, meskipun sempat menemui kendala karena harus berkompetisi menggunakan bahasa Inggris, namun ia dan tim bisa menghadapinya dengan baik dan membawa pulang prestasi.

“Ini untuk pertama kalinya bagi kami mengikuti lomba esai skala internasional berbahasa Inggris. Tentu Silver Medal merupakan langkah awal yang baik,” ucapnya.

Rangga dan tim bersyukur bisa mendapatkan dua medali dari kompetisi ini. Ia berharap, capaian ini bisa memicu tim Asta Diponegoro untuk terus berprestasi dan mengikuti lomba esai lainnya.

“Kami yakin, semangat dan perjuangan kami tidak akan terhenti dan puas hanya sampai di sini. Kami selalu punya semangat membara untuk mengikuti lomba esai,” tegasnya.