(3/1) Senin pagi – Semarang. Mengawali Tahun Baru 2022 bertempat di Ruang Teleconfrence Lantai 4 Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Diponegoro diselenggarakan rapat hybrid (offline/online) kordinasi rencana kerjasama pendidikan antara Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dengan National United University (NUU), Taiwan. Rencana kerjasama kali ini juga melibatkan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) dengan beberapa departemen dibawahnya.

FT Undip diwakili oleh Dekan, Kepala Departemen Teknik Sipil, Kepala Departemen Teknik Mesin, Kepala Departemen Teknik Elektro, Kepala Departemen Arsitektur, Kepala Program Studi S1 Teknik Sipil, dan Staff International Office FT. Hadir juga secara langsung Guru Besar Teknik Sipil Prof. Dr. Ir. Han Ay Lie, M.Eng sebagai inisiator kerjasama antara Undip dengan berbagai universitas di Taiwan. Sementara FEB diwakili oleh Dekan, Wakil Dekan I, Kepala Program Studi Akuntansi, Kepala Program Studi Ilmu Ekonomi, Kepala Program Studi Manajemen dan Staff International Office FEB.

Disisi lain, pihak NUU diwakili oleh Wakil Presiden Bidang Pendidikan, Direktur Kerjasama Internasional, Direktur Penelitian dan Pengembangan, Dekan Fakultas Manajemen, Kepala Departemen Manajemen dan Bisnis, Dekan Fakultas Teknik, Kepala Departemen Teknik Mesin, Dekan Fakultas Desain, Kepala Departemen Arsitektur, Dekan Fakultas Elektronik dan Ilmu Komputer, dan Kepala Departemen Teknik Elektro.

FT, FEB, dan NUU bersama-sama menginginkan adanya kerjasama di bidang pendidikan diantaranya adalah program gelar ganda (double degree program) untuk mahasiswa S1, S2, hingga S3. Selain itu penelitian bersama (joint research) dan publikasi bersama (joint publication) juga sangat ditekankan dalam dokumen kerjasama yang akan ditandatangani. Sebagai informasi sejak tahun 2020 Program Studi Teknik Sipil telah mengirimkan beberapa mahasiswanya untuk ikut dalam program ini.

Dekan Fakultas Teknik Prof. Ir. Moch. Agung Wibowo, Ph.D menyampaikan komentarnya disela-sela rapat bahwa,” kerjasama luar negeri seperti ini sangat menguntungkan bagi perkembangan keilmuan terutama bagi mahasiswa dimana mereka mendapat pengalaman berharga yang mungkin hanya bisa dirasakan sekali seumur hidup. Sementara untuk Universitas hal ini sangat baik untuk penilaian akreditasi dan perangkingan perguruan tinggi di dunia”. (Mardian)