(17/3) Semarang – Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Rabu pagi, raut wajah sumringah terlihat terpancar dari para Tenaga Kependidikan di lingkungan Fakultas Teknik. Pasalnya, pengumuman Penentuan Peserta Lolos Tahap Akhir Seleksi Terbatas Alih Status Tenaga Kerja Kontrak Menjadi Pegawai Universitas Diponegoro Non Aparatur Sipil Negara (PU NON-ASN) Untuk Formasi Tenaga Kependidikan (Tendik) Tahun 2021 telah diumumkan.

Manajer Tata Usaha Fakultas Teknik Ari Eko Widyantoro, ST.,M.Si  ketika ditemui mengatakan turut bahagia mengetahui kabar baik ini. Menurutnya, pengumuman alih status tenaga kerja kontrak menjadi pegawai tetap Undip (PU NON-ASN) membawa suasana positif di Fakultas. Para staf terlihat lebih bersemangat dan nampak raut wajah bahagia.

Foto: Manajer Tata Usaha FT Ari Eko Widyantoro, ST.,MSi

“Proses alih status pada tahun 2021 ini sangat ketat, pegawai yang dinyatakan lolos telah melewati 4 (empat)  tahapan seleksi yang terdiri dari seleksi administratif, tes kemampuan dasar, tes kemampuan bidang & wawancara. Tercatat sedikitnya 198 orang dinyatakan lolos. Selain itu, Fakultas juga harus menghadapi kenyataan bahwa ada sebagian pegawai yang melamar pada posisi yang berbeda dari posisi yang mereka tempati sekarang. Hal ini pastinya menjadi tantangan bagi kami selaku pimpinan karena harus menambal-sulam posisi yang kosong”, tutur Ari.

Foto: Mona Martinasari, ST.,MM

Mona Martinasari, ST.,MM anggota Tim Penjamin Mutu Fakultas Teknik (TPM-FT) sekaligus pegawai yang dinyatakan lolos pada seleksi kali ini mengungkapkan rasa syukurnya yang tiada terkira. Ibu 3 anak yang mengawali karir di Undip sebagai tenaga kontrak sejak tahun 2010 itu merasa lega karena akhirnya bisa diangkat menjadi pegawai tetap. Pada proses seleksi kali ini ia melamar pada posisi yang berbeda dari posisi sebelumnya yaitu dari TPM-FT ke BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Hal tersebut menuntut dirinya untuk segera beradaptasi dan memahami etos kerja pada posisi baru nantinya.

Foto: Prihantini, ST.,MT (kiri), Farida Nuzulia, SE (kanan)

Hal senada juga dialami oleh Prihantini, ST.,MT & Farida Nuzulia, SE keduanya akan menempati posisi baru di unit masing-masing. Mbak Tini begitu sapaan akrabnya yang sebelumnya bertugas sebagai seorang Pengelola Jurnal di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik akan bergabung di Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Undip. Sementara Farida yang sebelumnya bertugas di Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik (UPPM-FT) akan menjalani peran barunya sebagai Pengadministrasi Kemahasiswaan dan Alumni.

Foto: Dani Ristyawati, S.S

Perasaan sukacita juga diungkapkan oleh Sekretaris Dekan Fakultas Teknik Dani Ristyawati, SS. yang juga dinyatakan lolos seleksi. “Ini adalah momen bahagia bercampur haru. Senang karena setelah 11 tahun pada akhirnya bisa menjadi bagian dari Undip seutuhnya tanpa harus khawatir untuk memperbaharui kontrak setiap tahun. Tapi disisi lain juga ada perasaan sedih karena mengetahui sebagian rekannya sesama tenaga kerja kontrak belum berhasil mendapatkan peruntungan”. Ia mengaku adem-ayem karena tidak lagi harus beradaptasi dengan pekerjaan baru jika dibandingkan rekan sejawatnya yang lain, imbuh alumni Sastra Inggris Undip itu.

Foto: Andi Supratikno, SE

Melamar pada posisi yang sama dengan pekerjaan sebelumnya juga dilakukan oleh Andi Supratikno, SE. Staff Penyusun Laporan Keuangan di Fakultas Teknik sejak tahun 2011 ini menyambut bahagia kabar baik tersebut. Ia mengungkapkan alih status ini merupakan bukti bahwa Undip juga memperhatikan jenjang karir para pegawainya. Harapannya kedepan, dengan adanya alih status dapat membuat pegawai menjadi lebih bertanggung jawab serta berdedikasi terhadap institusi. Sementara itu, menanggapi rekan-rekannya yang belum lolos seleksi, Andi berpesan bahwa ”bekal untuk mengikuti proses seleksi harus matang, belajar dan berlatih untuk menghadapi proses seleksi merupakan kunci keberhasilannya. Selain itu, jangan pernah putus asa, semangat untuk berhasil lulus harus tetap dijaga, jangan patah semangat & jangan menyerah hanya karena gagal dalam satu kali percobaan”. Mengutip pernyataan Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama, M.Hum proses seleksi alih status dari pegawai kontrak menjadi pegawai tetap rencananya akan diadakan 2 kali setiap tahun. (Mardian)