Guru Besar Baru Fakultas Teknik, Prof. Wahyudi, Kembangkan Alat Bantu Tunanetra Berbasis AI

Selasa, 27 Januari 2026, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro resmi mengukuhkan satu guru besar baru. Prof. Dr. Wahyudi, S.T., M.T., dosen Departemen Teknik Elektro, dilantik sebagai Guru Besar bidang Sistem dan Instrumentasi Kontrol di Gedung Prof. Soedarto, Kampus Undip Tembalang.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Integrasi Sistem Kontrol dan Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Alat Bantu Tuna Netra”, Prof. Wahyudi memaparkan tentang hasil penelitiannya dalam mengembangkan purwarupa alat bantu tuna netra berbasis kecerdasan buatan (AI).

Menurut Prof. Wahyudi, secara umum ada dua jenis alat bantu tuna netra berdasarkan fungsinya. Jenis pertama berfungsi untuk memberikan bantuan mobilitas, sehingga lebih sering dikombinasikan dengan teknologi sensor untuk mendeteksi rintangan. Sedangkan jenis kedua berfungsi untuk membantu komunikasi dan akses informasi, sehingga banyak menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu proses alih suara.

Dalam penelitiannya, Prof. Wahyudi mengombinasikan teknologi kecerdasan buatan dengan kamera sensor untuk menciptakan purwarupa alat bantu mobilitas bagi penyandang tuna netra. Purwarupa ini menggabungkan kamera time-of-flight, webcam, algoritma K-means, Convolutional Neural Network dan pemrogaman concurrent.

Purwarupa tersebut mampu mendeteksi dan menggolongkan objek di sekitarnya. Data sensor kemudian diubah menjadi data audiospasial dan audiodeskripsi, sehingga pengguna tidak hanya terbantu mobilitasnya, tapi juga bisa mendapatkan akses informasi terkait objek apa yang sedang merintangi jalurnya.

“Perancangan prototipe alat bantu tunanetra dibuat dengan dua proses utama, yaitu proses untuk mendeteksi halangan menggunakan kamera time-of-flight untuk menghasilkan informasi berupa posisi dan jarak yang kemudian disampaikan oleh pengguna berupa audiospasial. Proses pengenalan objek yang dilakukan dengan menggunakan kamera webcam yang kemudian disampaikan kepada pengguna melalui audiodeskripsi,” ujarnya.

Ke depannya, Prof. Wahyudi berencana untuk mengembangkan purwarupa buatannya agar bisa beroperasi dengan lebih cepat. Harapannya, alat ini bisa membantu penyandang tuna netra dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.

“Alat bantu ini masih dikembangkan agar dapat berproses lebih cepat, dilengkapi sistem navigasi Inertial Measurement Unit (IMU) dan sistem pengenalan benda Optical Character Recognition (OCR),” jelasnya.

Dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Wahyudi, S.T., M.T. sebagai guru besar baru, maka Departemen Teknik Elektro kini memiliki dua guru besar. Capaian ini diharapkan bisa menjadi catatan positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Fakultas Teknik Undip.