Kamis, 3 September 2026, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menggelar Kuliah Umum bersama Ketua LKPP, Sarah Sadiqa, S.H., M.Sc.. Acara ini diselenggarakan di Engineering Hall, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc. lantai 5.
Kuliah umum ini merupakan lanjutan dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Diponegoro dengan LKPP, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dengan Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia (IFPI)
Mengusung tema “Pengadaan Kredibel untuk Negeri”, kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan mengenai prosedur pengadaan barang/jasa yang aman, transparan, dan sesuai standar nasional. Kuliah umum diikuti oleh mahasiswa Departemen Teknik Industri Undip.
Acara dibuka dengan sambutan Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Undip dalam mencetak sumber daya manusia unggul untuk mendukung tata kelola organisasi yang transparan.
“Kami merasa sangat terbantu oleh LKPP untuk bagaimana kita memiliki SDM yang bagus. Kami juga sebagai lembaga publik, bertugas untuk memastikan ini bisa berlangsung dengan transparan, bagus, dan sebagainya. Kami selalu comply, obey the law,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua LKPP, Sarah Sadiqa, S.H., M.Sc. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sistem pengadaan yang adaptif dan kredibel untuk menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045..
“Menjelang Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan sistem pengadaan yang adaptif terhadap perubahan teknologi, tangguh untuk menghadapi disrupsi rantai pasok, responsif terhadap tantangan iklim, mampu menjadi katalis inovasi,” tekannya.
Sarah juga mengapresiasi kerja sama antara Undip dan LKPP yang diyakini mampu mendukung program-program LKPP agar semakin berdampak bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Semoga Nota Kesepahaman yang kita tanda tangani hari ini segera bisa kita terjemahkan ke dalam program-program yang konkret, terukur, berkesinambungan, serta menjadi karya yang nyata, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh semua, oleh pemerintah, dunia usaha, sivitas akademika, dan masyarakat luas,” ucapnya.
Melalui kuliah umum ini, diharapkan sinergi antara Undip dan LKPP bisa semakin kuat sehingga mampu mendukung pembangunan tata kelola pengadaan yang kredibel, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.


