Tim mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) sukses membawa pulang Gold Medal dalam kompetisi nasional bertajuk Soedirman Even of Animal Husbandry (SEARY) 9.0. Acara ini berlangsung pada 2 Mei 2026 di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Dalam kompetisi ini, tim yang terdiri dari Ahmad Syifaul Fuad, Aqyal Ghana Zein, dan Amanda Parahita Putri Ramadhani berhasil menang setelah membawakan karya berjudul “TaniTera: Sistem Irigasi Air Hujan dan Pemupukan Otomatis berbasis IoT Terintegrasi Hybrid-Energy Terbarukan untuk Mendukung Pertanian Presisi dalam Kemandirian Pangan”.
Aqyal, salah satu anggota tim, menuturkan bahwa ide karya ini berangkat dari keresahan tim terhadap sistem pertanian di Indonesia yang masih banyak berupa pertanian konvensional. Dengan mengintegrasikan teknologi, mereka berharap produktivitas lahan meningkat dan ketahanan pangan di Indonesia dapat terwujud.
“Kami mengangkat karya teknologi ini untuk membantu sistem pertanian yang saat ini masih rata-rata konvensional, yaitu dengan sistem irigasi dari air hujan dan pemupukan otomatis berbasis Internet of Things,” ujar Aqyal.
TaniTera memiliki dua komponen utama, yaitu sistem irigasi pintar dan alat pemupukan otomatis. Penyiraman tanaman diatur melalui sensor kelembapan untuk mencegah pemborosan air, sementara pemupukan dikendalikan oleh sensor dan mikrokontroler yang menentukan waktu serta jumlah pupuk yang dibutuhkan tanaman.
Sistem ini juga menggunakan panel surya dan generator listrik berbasis tetesan air hujan (droplet-based electricity generator) sebagai sumber energi berkelanjutan. Dengan sistem pembangkit listrik ganda ini, sistem dapat beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca, baik saat hujan maupun kemarau.
Aqyal dan timnya bersyukur bisa memenangkan kompetisi ini. Ia berharap, karya ini bisa dikembangkan lebih dalam dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Semoga ide ini bisa dikembangkan lebih dalam, dan bahkan bisa untuk uji coba penerapan langsung ke pertanian, walaupun skala kecil terlebih dahulu, dan dapat berdampak pada perekonomian petani di Indonesia,” tukas Aqyal.
Prestasi ini tidak hanya menjadi bukti kualitas pendidikan yang ada di Fakultas Teknik Undip, tetapi juga menunjukkan komitmen generasi muda dari Fakultas Teknik Undip untuk menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia.



