Rabu, 28 Januari 2026, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro resmi menambah dua guru besar baru dalam acara pengukuhan yang berlangsung di Gedung Prof. Soedarto, SH., Kampus Undip Tembalang.
Dua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr.Eng. Achmad Widodo, S.T., M.T. dari Departemen Teknik Mesin sebagai Guru Besar bidang Vibration and Machine Diagnostic, dan Prof. Dr. Diana Puspita Sari, S.T., M.T. dari Departemen Teknik Industri sebagai Guru Besar di bidang Sustainable Supply Chain.
Prof. Dr.Eng. Achmad Widodo, S.T., M.T., dalam pengukuhannya, menyampaikan pidato berjudul “Diagnosis dan Prognosis Berbasis Pembelajaran Mesin untuk Perawatan Sistem Rekayasa di Masa Depan”.
Dalam paparannya, Prof. Widodo menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan untuk diagnosis dan prognosis kerusakan mesin industri maupun pembangkit listrik.
Ia menggunakan berbagai model seperti LTSM-AE, SVM, RFA, dan DTW untuk menganalisis kondisi mesin, memprediksi kerusakan, serta memberikan rekomendasi perawatan. Menurutnya, teknologi ini akan mengubah paradigma perawatan mesin dari reaktif menjadi prediktif, preskriptif, hingga kognitif.
“Teknologi ini membuka jalan menuju transformasi, dari perawatan reaktif menjadi prediktif, dan selanjutnya perawatan preskriptif, dan akhirnya perawatan kognitif. Di mana mesin tidak hanya memprediksi kerusakan, tetapi merekomendasikan tindakan terbaik berdasarkan risiko, biaya, dan keselamatan,” ucap beliau.
Guru besar kedua, Prof. Dr. Diana Puspita Sari, S.T., M.T., menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Manajemen Rantai Pasok Berkelanjutan sebagai Pilar Pencapaian Keunggulan Kompetitif Industri”. Dalam pidatonya, Ia menekankan pentingnya integrasi aspek keberlanjutan dalam seluruh lini rantai pasok, mulai dari perancangan produk hingga penanganan limbah.
Menurutnya, manajemen rantai pasok berkelanjutan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada sumber daya alam yang semakin menipis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan.
“Manajemen rantai pasok berkelanjutan merupakan strategi kunci untuk menyelaraskan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi yang semakin relevan di Indonesia karena ketergantungan pada sumber daya alam serta keragaman geografis dan sosial,” terang Prof. Diana.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyambut baik pengukuhan ini. Ia berharap para guru besar dapat mengimplementasikan hasil penelitian mereka sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya sangat meng-endorse bapak dan ibu Guru Besar, please, jangan sampai berhenti di skala laboratorium, tapi mudah-mudahan masyarakat banyak menikmati karya bapak ibu sekalian. Mudah-mudahan kita bisa mengambil peran di dalamnya,” pesannya.