Senin, 17 November 2025, Kelompok Riset Sustainable Urban Design and Development, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan lokakarya tentang manajemen aset lanskap kota berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini berlangsung di Desa Wisata Kampung Ulam, Desa Ngrajek, Kabupaten Magelang
Lokakarya ini merupakan upaya dari Fakultas Teknik Undip, melalui Kelompok Riset Sustainable Urban Design and Development, dalam memberikan ruang bersama yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisii untuk mengembangkan inovasi di bidang perancangan dan pengembangan kota berkelanjutan.
“Workshop ini diselenggarakan sebagai ruang kolaboratif bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk memperkuat pemahaman serta inovasi dalam perancangan dan pengembangan kota berkelanjutan,” ujar Prof. Dr.Ars. Ir. Rina Kurniati, M.T. selaku ketua kelompok riset.
Lokakarya ini menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama adalah Kepala Bidang Ekonomi dan Prasarana Wilayah dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang, Dr. Yetty Setyaningsih, S.P., M.Eng.. Dalam paparannya, beliau menyampaikan konsep manajemen aset lanskap berkelanjutan berbasis kearifan budaya lokal yang ada di Kota Magelang.
Menurut Yetty, posisi Kota Magelang yang strategis berperan besar dalam membangun dinamika di wilayah sekitarnya. Dengan memfokuskan pembangunan ke arah penciptaan lanskap kota yang berkelanjutan, Kota Magelang menyelaraskan manusia, flora, dan fauna sebagai kearifan lokal yang mendasari penyusunan RPJMD.
“Tantangan utama Kota Magelang terletak keberlanjutan komunitasnya. Untuk itu, program pelatihan yang terintegrasi dengan RPJMD digagas untuk menumbuhkan local hero baru, dengan budaya sebagai fondasi utama,” terangnya.
Narasumber kedua adalah Dr. Anang Wahyu Sejati, S.T, M.T. selaku Kepala Pusat Promosi dan Publikasi Hasil Riset dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip. Dalam materinya, beliau menjelaskan tentang metode penulisan artikel ilmiah untuk mentransformasikan gagasan dan praktik perancangan yang berkelanjutan.
Prof. Rina berharap, melalui lokakarya ini, ke depannya semakin banyak bermunculan ide-ide inovatif yang mendorong pengembangan kebijakan perkotaan yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
“Kami berharap (kegiatan ini) dapat mendorong lahirnya gagasan, riset, dan implementasi kebijakan perkotaan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada berkelanjutan jangka panjang,” pungkasnya.