Akademisi Fakultas Teknik dan Konsorsium TBSI Kembangkan Purwarupa Alat Kesehatan Khusus Masyarakat Indonesia

Fakultas Teknik Undip kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan riset-riset berdampak untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sekitar. Guru Besar Departemen Teknik Mesin, Prof. Dr. Ir. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., bersama dengan konsorsium Tribology and Biomedical Society Indonesia (TBSI), berhasil mengembangkan berbagai alat kesehatan melalui program Riset Unggulan Berdampak (RIKUB) 2025.

Konsorsium Tribology and Biomedical Society Indonesia merupakan hasil kolaborasi strategis antara Universitas Diponegoro, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, mitra industri CV Sarana Multitehnik, dan RS Panti Rini dalam mengembangkan inovasi produk alat kesehatan berbasis teknologi Computer Aided Reverse Engineering System (CARE System) dan robotika. Konsorsium ini bertujuan untuk menciptakan alat kesehatan yang sesuai dengan karakteristik fisik, budaya, dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Indonesia.

Dalam konsorsium yang dipimpin oleh Prof. Jamari ini, ada empat purwarupa yang sudah dikembangkan untuk tahun 2025 ini. Empat purwarupa tersebut antara lain adalah desain hip joint prosthesis berbasis data antropometri masyarakat Indonesia, shoe last dan insole sepatu terapeutik untuk tiga kategori risiko diabetes, smart clothing berbentuk inflatable vest untuk terapi pasien autis, dan robot perawat dengan sistem monitoring terintegrasi.

Prof. Jamari sendiri berfokus di Tim 1 yang mengembangkan desain hip joint prosthesis. Dalam risetnya, tim ini berhasil mengembangkan implan yang mampu mempertahankan performa dan stabilitas penggunanya ketika melakukan aktivitas berat, salah satunya adalah salat. Di tahun 2025 ini, tim ini berhasil menghasilkan purwarupa implan serta mempublikasikan hasil risetnya di 2 jurnal internasional bereputasi.

Prof. Jamari mengungkapkan, riset ini berangkat dari keresahan terkait ketergantungan industri kesehatan nasional terhadap impor alat kesehatan. Melalui riset ini, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan alat kesehatan yang lebih terjangkau serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Kemandirian industri kesehatan tidak bisa ditunda. Melalui riset terapan dan kolaboratif, kami berupaya menghadirkan solusi yang dirancang khusus untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, melalui dukungan pendanaan RIKUB 2025 Kemendiktisaintek, konsorsium ini telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 5-6, menghasilkan 7 paten terdaftar, serta 7 publikasi internasional. Hasil ini membuktikan bahwa riset dari Fakultas Teknik Undip bisa berjalan selaras dengan kebutuhan industri dan masyarakat umum.

Melalui inovasi-inovasi ini, Fakultas Teknik Undip meneguhkan perannya sebagai salah satu institusi yang berperan besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan solusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Berita disadur dari Humas Undip