Departemen Teknik Kimia Undip dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar konferensi internasional berjudul International Conference on Chemical and Material Engineering – International Symposium on Applied Chemistry (ICCME-ISAC) 2025. Acara ini digelar secara hybrid selama dua hari, dari tanggal 23 sampai dengan 24 September 2025, di Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc., Fakultas Teknik.
ICCME adalah konferensi tahunan yang digelar untuk mempertemukan berbagai peneliti, pakar industri, dan pembuat kebijakan untuk membahas perkembangan terbaru di bidang teknik kimia dan material. Di gelaran tahun ini, ICCME diselenggarakan bersama dengan ISAC, yaitu simposium dari BRIN yang berfokus pada pengembangan keilmuan di bidang kimia terapan.
Mengambil tema “Innovative Materials and Green Chemical Processes for a Sustainable Future“, ICCME-ISAC 2025 dihadiri oleh 27 peneliti dari 27 institusi yang berasal dari beberapa negara, termasuk diantaranya adalah Jepang, Malaysia, Tiongkok, India, Uzbekistan, dan Indonesia. Menurut Dessy Ariyanti, S.T., M.T., Ph.D., selaku ketua panitia, tema ini menggambarkan komitmen bersama untuk menghadapi tantangan global terkait energi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan, sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Tema ini menggambarkan komitmen kami untuk menghadapi tantangan global terkait energi, ketahanan pangan, dan juga keberlanjutan lingkungan, yang, tentunya, didukung dengan perkembangan dan juga riset material,” ujar Dessy.

Konferensi ini terdiri dari dua sesi, yaitu plenary session dan parallel session. Di hari pertama, plenary session diisi dengan beberapa pembicara kunci, diantaranya adalah Assoc. Prof. Dr. Eng. Muhammad Aziz dari the University of Tokyo dan Dr. Meysam Madadi dari Jiangnan University.
Sedangkan di hari kedua, plenary session digelar dalam dua sesi, dengan sesi pertama diisi oleh Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. dari Universitas Diponegoro dan Assoc. Prof. Dr. Roshafima dari Universiti Teknologi Malaysia, dan sesi kedua diisi oleh Prof. Kamal Kishore Pant dari IIT Roorkee dan Prof. Roni Maryana, Ph.D. dari BRIN.
Di parallel session, para peserta dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yang masing-masing diisi oleh pemateri utama yang berbeda-beda. Untuk kelompok Advanced Materials and Sustainable Technology, hari pertama diisi oleh Prof. Dr. T. Aji Prasetyaningrum, S.T., M.Si. dari Universitas Diponegoro. Sedangkan untuk hari kedua diisi oleh Prof. Dr. Ir. Aprilina Purbasari, S.T., M.T., IPM. dari Universitas Diponegoro.

Kelompok Innovation in Chemical Engineering and Circular Economy and Environmental Impact diisi dengan materi dari Assoc. Prof. Ts. Dr. Herma Dina Setiabudi dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah di hari pertama, dan Assoc. Prof. Ts. Dr. Ruzinah Isha dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah.
Kelompok ketiga membahas tentang Nanotechnology, Surface Engineering, Biomaterials, and Bioprocesses. Di kelompok ini, pemateri utama diisi oleh Prof. Madya Dr. Fazlena Hamzah dari Universiti Teknologi MARA di hari pertama dan Prof. Vimal Chandra Srivistava dari IIT Roorkee di hari kedua.
Dr. Wijayanto, S.IP., M.Si, Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Undip, menyambut baik adanya konferensi internasional ini. Beliau berharap, konferensi ini bisa menjadi wadah bagi para peneliti dari berbagai dunia untuk saling berbagi inspirasi dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Universitas Diponegoro berkomitmen untuk membangun kerja sama internasional dan mendorong konferensi kolaborasi interdisipliner seperti ICCME-ISAC ini. Konferensi ini berfungsi sebagai platform di mana ide-ide melintasi batas, di mana para peneliti muda mendapatkan inspirasi, dan di mana para akademisi berkontribusi dalam memberikan dampak nyata bagi dunia,” ujarnya.
Berita dan Foto disadur dari Departemen Teknik Kimia Undip