Mawapres Fakultas Teknik 2025 Siap Lanjutkan Tradisi Juara

Mawapres Fakultas Teknik 2025 Siap Lanjutkan Tradisi Juara

Kamis, 27 Juni 2024, Fakultas Teknik Undip kembali menggelar penjurian paralel Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tahun 2025. Acara penjurian berlangsung di Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc, Lantai 4.

Pada Pilmapres kali ini, ada 14 mahasiswa yang berhasil lolos tahap seleksi administrasi dan mengikuti tahap penjurian. Para calon mahasiswa berprestasi yang sudah lolos kemudian akan mengikuti tiga sesi penjurian, yaitu uji Gagasan Kreatif, uji Capaian Unggulan, dan uji kemampuan berbahasa Inggris.

Nobel Al Maududy, salah satu peserta dari Departemen Teknik Elektro mengungkapkan, Pilmapres menjadi ajang baginya untuk bertemu dengan mahasiswa berprestasi lainnya dari departemen lain serta belajar bagaimana cara meningkatkan nilai diri melalui kompetisi.

“Di satu sisi, di Pilmapres saya bisa bertemu dengan orang-orang hebat dari departemen lain serta bisa saling bersilaturahmi juga. Namun selain itu, ini bisa menjadi batu loncatan dan ajang yang menantang untuk diikuti karena tidak semua mahasiswa turut berpartisipasi dan mau untuk meningkatakan value,” ujar Nobel.

Tahap penjurian paralel berlangsung dalam tiga sesi, yaitu sesi uji Capaian Unggulan, uji Gagasan Kreatif, dan uji kemampuan bahasa Inggris

Calon mahasiswa berprestasi diharuskan untuk membawa satu Gagasan Kreatif. Gagasan ini bisa dalam bentuk inovasi benda, program, maupun ide

Selain harus menunjukkan kemampuan analisis dan penelitian melalui Gagasan Kreatif serta prestasi melalui Capaian Unggulan, para calon mahasiswa berprestasi juga harus mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Inggris

Nobel menuturkan, persiapan dalam mengikuti Pilmapres pada tahun ini cukup banyak. Ia sendiri sudah menyiapkan berbagai strategi agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. “Strategi yang pertama, dipelajari betul-betul tentang pedoman. Karena penting sekali untuk memelajari kategori-kategori untuk Capaian Unggulan. Lalu untuk kemampuan bahasa Inggris, saya sendiri belajar dari mendengarkan siniar bahasa Inggris, belajar melalui aplikasi, serta latihan tanya jawab. Kalau untuk Gagasan Kreatif, saya sudah siapkan presentasinya dengan baik.”

Dari hasil penjurian, para dewan juri yang terdiri dari Susatyo Nugroho Widyo Pramono, ST., MM; Dr. Ir. Budi Prasetyo Samadikun, S.T., M.Si., IPM., ASEAN Eng; Muhammad Mujiya Ulkhaq, S.T., M.Sc., Ph.D.; dan Chaterine Alvina Prima Hapsari, ST, MBA dari Departemen Teknik Industri; Dr. Tuswan, ST dari Departemen Teknik Perkapalan; dan Dr. Yasser Wahyuddin, ST., MT., M.Sc. dari Departemen Teknik Geodesi,  sepakat untuk memilih tiga nama sebagai Juara 1, 2, dan 3 Pilmapres Fakultas Teknik Undip 2025. Ketiga juara ini nantinya akan dikirim sebagai perwakilan dari Fakultas Teknik Undip dalam helatan Pilmapres tingkat Universitas Diponegoro Tahun 2025.

Ketiga juara tersebut antara lain sebagai berikut:

Juara 1: Evan Cahya Putra, Mahasiswa Departemen Teknik Mesin, dengan nilai 66,53
Juara 2: Felicia Hestiawan, Mahasiswa Departemen Teknik Kimia, dengan nilai 54,34
Juara 3: Jason Harman Kartawidjaja, Mahasiswa Departemen Teknik Kimia, dengan nilai 49,26

Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Jamari, S.T, M.T berpesan, para mahasiswa bisa terus berjuang dan menyiapkan diri sebaik mungkin selama Pilmapres Tahun 2025 ini. “Kalian harus selalu berjuang. Do your best! Dan jangan lupa, tidak ada sesuatu yang instan. Kalaupun ada, itu tidak lama. Persiapkan semaksimal mungkin. Masalah hasil, hasil itu tidak pernah berkhianat dengan usaha,” pesan Prof. Jamari.

 

 

Rancang Kapal Bertenaga Surya, Hydrotech Teknik Perkapalan Undip Siap Ikuti Kompetisi Internasional

Rancang Kapal Bertenaga Surya, Hydrotech Teknik Perkapalan Undip Siap Ikuti Kompetisi Internasional

Jumat, 22 Juni 2024, Hydrotech Undip mengadakan acara pelepasan tim Ksatria Hydros dan peluncuran Kapal KH-Nusantara di Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc. Fakultas Teknik Undip.

Pada acara pelepasan tersebut, Kapal KH-Nusantara pertama kali diperlihatkan kepada para hadirin yang terdiri dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Teknik, seluruh dosen Departemen Teknik Perkapalan, serta beberapa tamu undangan.

Kapal KH-Nusantara merupakan purwarupa kapal bertenaga surya yang dirancang oleh tim Ksatria Hydros, Hydrotech Undip. 

Hydrotech sendiri merupakan tim riset tingkat departemen di Teknik Perkapalan yang berfokus pada pembuatan desain dan prototipe kapal salah satunya pengembangan riset pada kapal bertenaga surya. Hydrotech di tahun ini memiliki sekitar 31 anggota aktif.

Hydrotech sendiri merupakan tim riset tingkat departemen di Teknik Perkapalan yang berfokus pada pembuatan desain dan prototipe kapal salah satunya pengembangan riset pada kapal bertenaga surya. Hydrotech di tahun ini memiliki sekitar 31 anggota aktif.

M. Zikri RamadhaN, Ketua Tim Ksatria Hydros, sedang menjelaskan tentang Kapal KH-Nusantara di hadapan para hadirin

Kapal ini disiapkan untuk mengikuti acara Yanagawa Solar Boat Competition yang akan dilaksanakan di Jepang pada 28 Juli 2024 mendatang. Kompetisi ini sendiri merupakan ajang yang diadakan oleh Pemerintah Kota Yanagawa untuk mempromosikan pembangunan perkotaan yang unik dengan memanfaatkan lingkungan tepi sungai dan penggunaan energi surya secara efektif.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof. Dr.rer.nat. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., mewakili Rektor Undip, dalam sambutannya menyampaikan, “KH-Nusantara ini merupakan hasil yang harus diapresiasi. Kita berharap dan berdoa semoga apa yang telah diupayakan dapat mendapatkan juara dan hasil yang terbaik. Namun hasil akhir bukan yang utama melainkan proses yang telah dilaksanakan.” ungkapnya.

Dalam pemaparan yang dilakukan oleh Hydrotech, Ketua Tim Ksatria Hydros, M. Zikri Ramadhani memaparkan dalam uji coba KH-Nusantara, Tim Hydrotech memanfaatkan fasilitas waduk Undip sebagai tempat uji coba kapal bertenaga surya yang mereka rancang meskipun terdapat kendala waduk Undip yang kurang bersih.

“Semoga kedepannya Universitas bisa memperbaiki sarana yang ada karena Hydrotech sendiri memiliki target meraih prestasi yang lebih tinggi dan mendapatkan hasil riset baru. Tentu saja hal itu dapat terwujud apabila Hydrotech mendapat dukungan dari semua pihak.” tutur Zikri.

Reporter: Indah Zulayka

Editor: M. Rusmul Khandiq

 

Apakah Simulasi Bencana Gempa Perlu Bagi Warga Semarang?

Apakah Simulasi Bencana Gempa Perlu Bagi Warga Semarang?

Jawa Tengah termasuk ke dalam wilayah yang berpotensi mengalami bencana gempa bumi. Berdasarkan data dari 54 tahun terakhir, rata-rata terjadi sekitar 16,7 gempa per tahun di wilayah sekitar Semarang.

Pada Juni 2023, sebanyak 102 rumah di Jawa Tengah rusak akibat gempa yang berpusat di selatan DI Yogyakarta. Selain itu, terdapat 2 orang luka-luka dan 4 orang mengungsi akibat gempa tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana cara mengurangi dampak dari bencana ini.

Jenian Marin, S.T.,M.Eng., Dosen Teknik Geologi Undip menjelaskan, simulasi bencana gempa bumi dapat menjadi salah satu cara untuk meminimalkan dampak akibat gempa bumi. 

“Simulasi gempa bumi efektif jika dilakukan secara berkala. Saat ini, simulasi gempa memang telah dilakukan di lingkungan kerja dan sekolah tetapi terbatas, belum rutin dan tidak melibatkan semua pihak.” tutur Jenian dalam Kentongan Pro 1 RRI Semarang pada Rabu, 19 Juni 2024.

Jenian juga berpendapat, simulasi gempa seharusnya menjadi kewajiban seluruh pihak. Pemerintah harus bisa menggandeng elemen masyarakat dan pengambil kebijakan lainnya agar simulasi berjalan dengan optimal.

“Badan pemerintah harus lebih sering berkoordinasi dengan pelaksana simulasi, lalu pelaksana simulasi mensosialisasikan ke masyarakat. Dalam pelaksanaan simulasi juga perlu menyiapkan fasilitas dan infrastruktur seperti pedoman teknis, peta rawan bencana dan jalur evakuasi,” ucapnya.

Jenian menyarankan kepada pemerintah dan seluruh elemen masyarakat agar rutin menjalankan simulasi bencana gempa bumi di berbagai tempat penting, seperti sekolah dan tempat kerja.

“Simulasi bencana gempa bumi ini seharusnya tidak hanya diterapkan di sekolah dan tempat kerja tetapi juga dibiasakan penerapan simulasi secara rutin di segala umur dan kalangan.” tutup Dosen Departemen Teknik Geologi Undip tersebut.

Reporter : Indah Zulayka

Editor : M. Rusmul Khandiq

 

Undip Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Tiga Pihak, Bangun Gedung Baru untuk Teknik Sipil

Undip Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Tiga Pihak, Bangun Gedung Baru untuk Teknik Sipil

Universitas Diponegoro resmi menandatangani nota kesepahaman dengan PT Bayan Resources, Yayasan Purnomo Yusgiantoro, dan Dato’ Dr. Low Tuck Kwong. Kerjasama ini bertujuan untuk membangun gedung baru Departemen Teknik Sipil Undip. 

Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di lapangan Departemen Teknik Sipil Undip pada Senin, 14 Juni 2024. Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Diponegoro, Seluruh Dekan Fakultas dan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Kepala Departemen Teknik Sipil, Direktur Umum PT Bayan Resources, Ketua Umum Yayasan Purnomo Yusgiantoro, Dato; Dr. Low Tuck Kwang, dan Wali Kota Semarang selaku saksi dan tamu undangan. 

Kepala Departemen Teknik Sipil, Prof. Jati Utomo Dwi Hatmoko, S.T., M.M., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyatakan pembangunan gedung hibah hasil kerjasama ini diharapkan selesai dalam 18 bulan.

“Gedung ini akan menjadi sarana bagi mahasiswa S2 dan S3 dalam melaksanakan kegiatan akademik. Saat ini kegiatan di kampus utama Tembalang dominan diisi oleh mahasiswa S1, sedangkan untuk S2 dan S3 di cabang Undip Pleburan. Adanya gedung ini agar semua mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai jenjang dapat belajar bersama di kampus utama”. tutur Prof. Jati.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan, kerjasama ini penting untuk meningkatkan kualitas Undip sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

“Saat ini Undip berada di urutan pertama sebagai Universitas yang paling diminati oleh calon mahasiswa di jalur SNBT. Tentunya hal tersebut patut kita banggakan dan kita jadikan pacuan untuk senantiasa meningkatkan kualitas akademik maupun nonakademik seperti sarana dan prasarana Undip. Kami berterima kasih atas kerjasama ini,  hari ini Undip mendapat hibah gedung dan beasiswa pendidikan. Semoga lebih banyak hal yang dapat ditingkatkan di masa mendatang”. papar Prof. Dr. Suharnomo.

Peletakan batu dan semen pertama pembangunan Gedung Departemen Teknik Sipil oleh Ketua Departemen Teknik Sipil Undip dan perwakilan dari PT Bayan Resources dan Yayasan Purnomo Yusgiantoro

Dalam penandatanganan kali ini, ada beberapa poin yang disepakati, yaitu Nota Kesepahaman bersama antara PT Bayan Resources, Yayasan Purnomo Yusgiantoro, Dato’ Dr. Low Tuck Kwong dan Undip terkait pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, perjanjian kerja sama terkait pembangunan Gedung Hibah Departemen Teknik Sipil, dan pemberian hibah bantuan bagi Teknik Sipil dan Fakultas Teknik Undip.

Ketua Umum Yayasan Purnomo Yusgiantoro, Filda Citra Yusgiantoro menyampaikan pembangunan gedung hibah Departemen Teknik Sipil Undip diharapkan bisa menjadi bentuk nyata dari Tridarma Perguruan Tinggi dan membantu perwujudan Indonesia Emas di tahun 2045. 

“Kerjasama ini menjadi bukti komitmen Yayasan Purnomo Yusgiantoro untuk ikut aktif berperan dalam membangun kualitas pendidikan di Indonesia. Gedung hibah ini nantinya digunakan sebagai tempat pelaksanaan pendidikan Teknik Sipil Undip. Semoga pembangunan gedung ini dapat berdampak pula untuk pembangunan bangsa Indonesia”.  

 

Reporter: Indah Zulayka

Editor: M. Rusmul Khandiq

 

Pentingnya Mengelola Air Hujan dan Lahan

Pentingnya Mengelola Air Hujan dan Lahan

Air hujan merupakan sumber daya yang bermanfaat untuk menjaga lanskap halaman tetap hijau selama musim kemarau dan mengisi kembali air tanah. Namun, disisi lain, air hujan dapat menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik. Air hujan yang berlebihan dapat menyebabkan banjir di rumah, menggenangi area tertentu di halaman, atau membawa polutan seperti oli motor, sampah, dan logam berat.

Pengelolaan air hujan merupakan serangkaian usaha dan kegiatan untuk mengurangi volume limpasan dan meningkatkan kualitas air. Pengelolaan air hujan dilakukan dengan cara meniru hidrologi alami dan menjaga keseimbangan air di suatu lokasi. 

Dalam Kentongan Pro 1 RRI Semarang yang disiarkan pada Rabu, 12 Juni 2024, Prof. Dr. Ir. Suripin, M.Eng., Dosen Teknik Sipil Undip menjelaskan upaya hidrologi alami dalam pengelolaan air hujan. Dalam pemaparannya, pengelolaan air hujan meliputi tiga aspek, yaitu pemanenan air hujan, pengelolaan banjir perkotaan, dan pengendalian pencemaran limpasan air hujan.

“Pengelolaan air hujan dapat memberikan banyak manfaat, seperti menjaga limpasan drainase jauh dari pondasi rumah dan mengurangi volume air hujan yang mengalir ke sistem drainase dan sungai. Selain itu, pengelolaan air hujan juga dapat mengurangi kebisingan dengan adanya pohon dan semak belukar, serta membuat tanaman lebih sehat dan tahan penyakit, yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan keluarga.” jelas Prof Suripin.

Prof Suripin menambahkan, pengelolaan air hujan harus disertai dengan pengelolaan lahan. Pengelolaan lahan bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan yang dapat mempengaruhi kesehatan lahan atau daerah aliran sungai (DAS) dan memberikan rekomendasi untuk memodifikasi, memberantas, atau memperbaikinya. 

“Perencanaan pengelolaan yang efektif dan pelestarian sumber daya di dalam DAS sangat penting untuk mencegah degradasi DAS yang dapat menyebabkan hilangnya potensi produktif lahan dan air, serta hilangnya nilai DAS dari waktu ke waktu. Dengan pengelolaan yang baik, air hujan dan lahan dapat dikelola secara berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan dan kehidupan manusia.” papar Guru Besar Teknik Sipil Undip tersebut.

Reporter : Indah Zulayka

Editor : M. Rusmul Khandiq

 

Mahasiswa PWK Undip Raih Juara 1 di FESTAGAMA 2024, Bawa Inovasi untuk Ruang Publik yang Inklusif

Mahasiswa PWK Undip Raih Juara 1 di FESTAGAMA 2024, Bawa Inovasi untuk Ruang Publik yang Inklusif

Mahasiswa Fakultas Teknik Undip kembali meraih prestasi. Kali ini, mahasiswa dari Departemen PWK Undip berhasil mendapatkan Juara 1 nasional untuk kategori Karya Tulis Ilmiah dalam kompetisi bertajuk FESTAGAMA 12.0 Tahun 2024.

FESTAGAMA, atau Festival Kota Gadjah Mada, merupakan kompetisi Nasional yang diselenggarakan oleh Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gadjah Mada. Dalam kompetisi yang diselenggarakan pada 8 Juni 2024 secara daring ini, tema yang diangkat adalah “Lini masa Kota Kita: Tantangan dan Inovasi Menuju Masa Depan Berkelanjutan”

Dalam kompetisi ini, tim yang diisi oleh Ummu Kaltsum Taherdito, Dede Suhendar, dan Daru Gurit Utama dari Departemen PWK Undip membawakan Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Paradigma Konsep ABC (Ability, Barrier-Free, Community) Menuju Ruang Publik Perkotaan yang Inklusif Sebagai penunjang Smart City di Kota Semarang”.

“Menurut tim kami sendiri, kenapa karya kami bisa menang mungkin karena ini murni hasil kreativitas kami dan merupakan konsep yang cukup fresh untuk dijadikan solusi pada permasalahan inklusivitas yang masih kurang di Kota Semarang,” ujar Ummu Kaltsum Taherdito, salah satu anggota tim.

Ia juga menambahkan, konsep ABC yang mereka bawa merupakan konsep baru yang memadukan tiga fokus, yaitu peningkatan kemampuan masyarakat untuk mengakses ruang publik, desain ruang publik yang bebas diakses oleh semua kalangan, dan pelibatan masyarakat dan komunitas dalam menyediakan ruang publik yang inklusif. Konsep ini menurutnya sesuai dengan subtema dari FESTAGAMA 12.0, yaitu “Membangun Kota yang Inklusif dan Tangguh di Era Digital”.

“Dari penilaian dewan juri, karya tulis ilmiah kami memang memiliki skor paling unggul dibanding peserta lain karena ide dan gagasan yang kreatif, orisinal, serta sesuai dengan subtema ‘Membangun Kota yang Inklusif dan Tangguh di Era Digital’,” terang Ummu.

Terkait dengan keberhasilan timnya dalam memenangkan Juara 1, Ummu berpesan kepada para mahasiswa untuk berani mengambil kesempatan yang ada. “Buat seluruh mahasiswa, selalu coba kesempatan apapun, karena motto tim kami adalah ‘kalau ga dicoba, ya ga akan tahu’,” tutup Ummu.