Departemen PWK Undip Kenalkan Ekoton untuk Dorong Pembangunan Pesisir yang Lebih Berkelanjutan

Rabu, 10 Desember 2025, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (DPWK) Undip menggelar acara bertajuk “SMUS Science Communication Project dan Diseminsasi Policy Brief“. Acara ini berlangsung di R. Studio B.105, Gedung B Departemen PWK Undip.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian program yang dinisiasi oleh Global Center of Spatial Methods for Urban Sustainability (SMUS) untuk memperkenalkan ekoton sebagai metodologi baru dalam memahami permasalahan perkotaan. Sebelumnya, Departemen PWK Undip, sebagai salah satu mitra SMUS untuk Indonesia, sudah melakukan seri penelitian untuk mengeksplorasi fenomena ekoton di kawasan pesisir Semarang dan Demak.

“Jadi kegiatan yang kita lakukan ini sebenarnya dalam rangka melakukan prospectives tentang apa itu ecotone. Kita melihat bahwa ecotone yang kita propose saat ini adalah yang berhubungan dengan wilayah transisi antara pesisir dan daratan yang berada di pantai utara Jawa Tengah,” ungkap Prof. Dr.sc.agr. Iwan Rudiarto, S.T., M.Sc., Guru Besar Departemen PWK Undip.

Dalam acara ini, Departemen PWK Undip, sebagai bagian dari SMUS, memperkenalkan tentang ekoton sebagai metodologi baru dalam mendalami permasalahan perkotaan

Setelah sebelumnya berhasil memperkenalkan hasil riset mereka melalui SMUS Campus Kick-Off, kali ini Departemen PWK Undip mempublikasikan hasil riset tersebut ke dalam berbagai bentuk visualisasi media kreatif. Melalui acara ini, fenomena ekoton di pesisir Semarang dijelaskan melalui berbagai media, mulai dari poster, permainan interaktif, pamflet, hingga video realitas virtual (VR).

Ketua Departemen PWK Undip, Prof. Dr.Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS. menjelaskan, program ini tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan ekoton sebagai salah satu metodologi. Lebih jauh lagi, menurutnya, program ini dibuat untuk mendorong para mahasiswa agar bisa melakukan riset dengan berbagai mitra terkait untuk menyelesaikan permasalahan perkotaan kompleks di Kota Semarang.

“Kami berpikir bahwa kegiatan ini tidak akan memberikan banyak manfaat kalau hanya berakhir pada metodologi-metodologi penelitian yang dapat kami gunakan. Kami mendorong mahasiswa melakukan riset, juga kita coba koneksikan dengan partner di sektor publik,” jelasnya.

Dalam acara ini, Departemen PWK Undip mempresentasikan hasil riset mereka melalui berbagai media, mulai dari poster, pamflet, hingga video VR

Prof. Wiwandari berharap, hasil riset ini bisa membantu para pemangku kebijakan dalam melakukan perencanaan pembangunan pesisir yang lebih tahan terhadap perubahan serta lebih berkelanjutan. Hal ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 11 tentang komunitas dan kota berkelanjutan.

“Kami berharap, apa yang kami lakukan ini dapat memberikan banyak manfaat, setidaknya menginspirasi kita semua untuk dapat mendorong pembangunan pesisir, terutama di Jawa Tengah ini, dengan lebih baik lagi, dengan lebih resilient, dan sustainable,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kebijakan baik di tingkat regional maupun nasional, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, BRIDA Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Semarang. Melalui acara ini, Departemen PWK Undip khsusunya, dan Fakultas Teknik pada umumnya, menunjukkan komitmennya untuk selalu berkontribusi bagi pembangunan masyarakat yang lebih berkelanjutan.