(6/7) Semarang – Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Selasa siang menggelar Pencanangan Anti Gratifikasi dan sosialisasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Acara dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom yang diikuti oleh segenap civitas akademika FT yang terdiri dari para pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa.

Acara dibuka oleh MC kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pada kesempatan pertama Dekan Fakultas Teknik Prof. Ir. Moch. Agung Wibowo, Ph.D menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. Ia mengatakan bahwa pencanangan anti gratifikasi ini merupakan tindak lanjut daripada upaya FT untuk mendapatkan predikat ZI-WBK/WBBM (Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani). FT sangat berkomitmen untuk melawan segala tindakan Korupsi, Kolusi & Nepotisme. Lebih dari itu, pelayanan terhadap masyarakat dan mahasiswa juga senantiasa terus ditingkatkan. Seperti yang kita ketahui bahwa intensitas hubungan antara FT dengan Pemerintah serta dunia industri cukup signifikan yang mana konsistensi untuk terus menjadi instansi yang memiliki integritas harus terus dijaga.

Tangkapan Layar: Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, M.Hum

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rektor Universitas Diponegoro yaitu Prof. Dr. Yos Johan Utama, M.Hum yang juga turut hadir pada acara ini. Prof Yos memulai sambutannya dengan menginterpretasikan makna gratifikasi sebagai pemberian dalam arti luas yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya. Sekilas pemberian-pemberian tersebut merupakan hal yang wajar terjadi di tengah masyarakat. Namun maknanya menjadi berbeda ketika pemberian tersebut berkaitan dengan jabatan. Rektor Undip yang sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum ini mencontohkan gratifikasi bisa dari hal-hal kecil seperti pemberian baju oleh mahasiswa kepada dosen karena telah meluluskan sidang skripsi. “Meskipun terlihat sederhana namun hal tersebut tetap saja disebut gratifikasi”, imbuhnya.

Foto: Pin Zona Integritas Fakultas Teknik

Pencanangan Anti Gratifikasi ini kemudian ditutup dengan pemasangan Pin Zona Integritas Fakultas Teknik.

Acara yang kedua adalah Sosialisasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Paparan disampikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. nat. tech Siswo Sumardiono, MT. Beliau menyampaikan bahwa Kampus Merdeka merupakan Hak Belajar Tiga Semester di Luar Program Studi. Kebijakan ini dilakukan guna mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

Tangkapan Layar: (searah jarum jam) Dekan FT, Prof. Ir. Moch. Agung Wibowo, Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiwaan FT Dr. nat. tech. Siswo Sumardino, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya FT Dr. Abdul Syakur.

Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil secara bebas. Dalam rangka menyiapkan mahasiswa/i Indonesia menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat, kompetensi mahasiswa/i harus disiapkan untuk lebih matang dengan kebutuhan zaman. Link and match tidak saja dengan dunia industri dan dunia kerja tetapi juga dengan masa depan yang berubah dengan cepat.

Perguruan Tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab antara peserta dengan para narsumber serta pemberian doorprize untuk peserta yang beruntung. MC selanjutnya mengakhiri acara ini pada pukul 15.00 WIB dengan mengucap hamdalah yang diikuti oleh para peserta seminar. (Mardian)

Tangkapan Layar: Peserta Seminar