(15/10) Semarang, Jajaran Pimpinan Fakultas Teknik bersama Tim K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Fakultas Teknik memeriksa kesiapan Departemen dan Prodi yang ada dibawah struktural FT jelang penerapan uji coba pembelajaran tatap muka di Universitas Diponegoro yang rencananya akan diselenggarakan pada Senin, 18 Oktober 2021.

Pemeriksaan kesiapan ini meliputi pengecekan standarisasi sarana perkuliahan yang akan dilakukan secara hybrid dimana mahasiswa dapat hadir secara langsung di dalam kelas ataupun online. Selain itu Tim K3 FT juga memastikan kesiapan Departemen dan Prodi dalam menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19.

Tugas kami di Fakultas adalah untuk menyiapkan sarana dan prasarana sehingga pada saat uji coba pembelajaran tatap muka dapat berjalan dengan lancar, jikapun ada kendala dalam pelaksanaanya akan segera kami evaluasi dan dilakukan perbaikan supaya dosen dan mahasiswa merasa aman dan nyaman, “Kata Wakil Dekan Sumber Daya FT Dr. Abdul Syakur, ST., MT.

Sementara itu, Ketua Tim K3 FT Dr. Manik Mahachandra, ST., MSc menjelaskan, “Pentingnya penerapan K3 adalah upaya kita untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja atau penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan demotivasi dan defisiensi produktivitas kerja. Terlebih Budaya 5M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan Menggunakan Sabun, Menghindari Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas) yang lahir dimasa pandemi ini telah menjadi bagian dari penerapan K3. Tujuannya agar semua pihak yang terlibat dalam PTM nanti tetap aman dan sehat saat beraktivitas.

Perlu diketahui bahwa saat ini Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menetapkan Kota Semarang dalam Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 sehingga diperbolehkan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Seiring dengan kebijakan tersebut, Rektor Universitas Diponegoro melalui Surat Edaran Rektor No.73/UN7.P/DL/2021 tanggal 27 September mengumumkan uji coba PTM akan dilaksanakan pada bulan Oktober dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Adapun mahasiswa yang diperbolehkan hadir dikampus ialah mereka memiliki domisili KTP wilayah aglomerasi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak. Serta telah mendapat dosis vaksinasi Covid-19 dalam dua tahap. (Mardian)